
UPdates—Seorang nelayan berhasil diselamatkan setelah menghabiskan waktu setengah bulan di dalam lubang runtuhan bawah air.
You may also like :
Terapi Katak di Dukun, Aktris Cantik Meksiko Meninggal Keracunan
Erasto Crisanto Valdez sempat menghilang selama 15 hari di sebuah cenote (lubang runtuhan berisi air) di San Francisco La Paz, sebuah komunitas pedesaan kecil di negara bagian Oaxaca, Meksiko selatan.
Valdez, 31 tahun, sebelumnya pergi memancing bersama ayahnya pada tanggal 23 Juli sebelum ia tiba-tiba menghilang.
Ia akhirnya ditemukan dalam kondisi dehidrasi dan mengalami malnutrisi parah di dalam gua sedalam sekitar 90 meter pada tanggal 7 Agustus.
Nelayan itu menyebut penyelamatan dirinya sebagai sebuah keajaiban yang luar biasa.
"Terima kasih Tuhan karena telah memberiku kesempatan hidup lagi dan mengizinkanku bertemu kembali dengan anak-anak serta keluargaku," ujarnya kepada Nmas sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Selasa, 18 Agustus 2026.
Valdez menjelaskan bahwa ia terjebak di dalam gua yang gelap gulita saat mencoba menangkap ikan robalo (sejenis ikan snook).
Ia menuturkan bahwa dirinya minum, tidur, dan berdoa dalam kegelapan total serta kehilangan jejak waktu sepenuhnya karena tidak adanya cahaya matahari sama sekali.
Tim penjelajah dari Meksiko, Jerman, Amerika Serikat, dan Republik Dominika turut serta dalam pencarian yang berlangsung di bawah kondisi sulit, termasuk jarak pandang yang buruk.
Salah satu pihak yang terlibat adalah instruktur penyelaman gua asal Amerika, Harry Gust, yang awalnya mengira ia sedang dalam misi mengevakuasi jenazah.
Penyelam yang berbasis di Tulum itu beruntung menemukan tabung udara cadangan sekitar 100 meter di dalam gua, setelah melakukan pencarian bawah air selama 75 menit.
Ia terpaksa menghentikan pencarian dan kembali keesokan harinya; saat itulah ia menemukan sebuah gua kering yang luas dengan aliran sungai kecil—tempat Valdez terjebak.
"Saya tidak bisa melihatnya, tetapi saya meyakinkannya bahwa saya akan kembali untuk menolongnya dengan bantuan lebih lanjut," ungkapnya kepada Divernet.
Terdapat ribuan cenote bawah air di Semenanjung Yucatán, Meksiko, yang secara historis digunakan oleh masyarakat Maya sebagai sumber air dan tempat persembahan ritual.