Andrie Yunus (Foto: X MK)

Aktivis KontraS Andrie Yunus Luka Parah Disiram Air Keras, Ini Ciri-Ciri 2 Pelaku

13 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis, 12 Maret 2026 malam sekitar pukul 23.37 WIB.

Dalam keterangan media, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Akibat serangan itu, Andrie Yunus yang sudah berkali-kali mendapat teror dalam satu tahun terakhir mengalami luka serius.

“Andrie Yunus, telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Instagram KontraS, Jumat, 13 Maret 2026.

Setelah insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar parah. "Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.

Kronologi kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Saat itu, dua orang pelaku menghampiri dengan cara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ungkapnya.

Dimas menyebut ciri-ciri pelaku pertama yang merupakan pengendara adalah laki-laki, mengenakan kaos berwarna kombinasi putih biru, celana gelap diduga jeans, dan mengenakan helm berwarna hitam.

Sementara pelaku kedua yang menjadi penumpang alias dibonceng adalah laki-laki, dan menggunakan penutup wajah/masker/buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajahnya.

Pelaku kedua ini mengenakan kaos berwarna biru tua dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

Dalam peristiwa ini, tidak ada barang milik Andrie yang hilang atau dirampas.

“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM,” tegas Dimas.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus diusut tuntas. “Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada awak media mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Robby Hefados menyebut pihaknya sedang melakukan penyidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >