Sebuah helikopter MH-60R Seahawk yang ditugaskan ke Skuadron Serangan Maritim Helikopter (HSM) 50 lepas landas dari dek penerbangan kapal perusak rudal berpemandu USS Thomas Hudner pada 28 November (Foto via AFP, Yonhap News)

Amerika-Iran Saling Serang Lagi

1 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas militer Iran di pulau Gorukh dan Qeshm sebagai tindakan pembelaan setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS.
  • Serangan tersebut menargetkan instalasi radar dan kendali drone, serta dilaporkan tidak ada korban jiwa dari pihak AS.
  • Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan serangan terhadap menara komunikasi AS dan kemungkinan juga menargetkan Kuwait.
  • Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan balasan tanpa menyebutkan lokasi pastinya.
  • Pertukaran serangan terbaru ini menyoroti kerapuhan gencatan senjata antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
  • Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk mencegat pesawat tak berawak dan rudal yang memasuki wilayah udaranya, kemungkinan didalangi oleh pasukan Iran atau milisi Syiah di Irak.
  • Pertukaran serangan ini terjadi di tengah negosiasi perdamaian yang macet antara AS dan Iran.
atau

UPdates—Di tengah negosiasi perdamaian yang macet dengan Iran, Amerika Serikat dilaporkan telah meluncurkan gelombang serangan udara lain yang menargetkan fasilitas militer Iran.

You may also like : david barnea mossad gettyMiliter dan Intelijen Israel Tegang, Mossad Salah Prediksi dan Remehkan Iran

Komando Pusat AS pada 1 Juni 2026 mengumumkan bahwa mereka telah membom instalasi radar dan kendali drone di pulau Gorukh dan Qeshm Iran antara 30 dan 31 Mei waktu setempat.

You might be interested : kapal tanker di oman reuters1.000-an Kapal tak Berani Masuki Selat Hormuz, IRGC Tawarkan Akses Bebas tapi Syaratkan Usir Dubes AS dan Israel

Militer AS menurut laporan AP menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membela diri setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-1 AS yang beroperasi di wilayah udara internasional.

Pesawat tempur AS segera dikerahkan untuk menetralisir jaringan pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua pesawat tak berawak serang. Militer menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa personel AS yang dilaporkan dalam operasi tersebut.

Tanpa menunggu, Iran langsung membalas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim melalui kantor berita IRNA milik negara bahwa AS telah menargetkan menara komunikasinya, menambahkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan balasan tanpa menyebutkan lokasi pastinya.

AP mencatat bahwa ini kemungkinan merujuk pada serangan terhadap Kuwait, yang menjadi tuan rumah Komando Pusat Angkatan Darat AS—fasilitas yang berfungsi sebagai markas besar di Timur Tengah.

Kuwait juga mengumumkan bahwa mereka mengaktifkan sistem pertahanan udaranya pada pagi hari itu untuk mencegat pesawat tak berawak dan rudal yang memasuki wilayah udaranya.

Otoritas Kuwait mengemukakan kemungkinan bahwa serangan itu didalangi oleh pasukan Iran atau didukung oleh milisi Syiah yang beroperasi di Irak.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Asia Today, Senin, 1 Juni 2026, AP menambahkan bahwa pertukaran serangan terbaru ini menyoroti kerapuhan ekstrem gencatan senjata yang telah berlangsung selama berminggu-minggu antara AS dan Iran, menunjukkan bahwa permusuhan terus meletus bahkan ketika kedua negara sedang bernegosiasi untuk memperpanjang gencatan senjata.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >