
Updates - Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza, termasuk pembentukan komite teknokrat Palestina yang seharusnya mengambil alih pengelolaan wilayah tersebut sehari-hari selama periode transisi.
You may also like :
Legenda Hollywood Dick Van Dyke Selamat dari Kebakaran Hutan Mengerikan di AS
Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial oleh utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, tetapi tidak disertai detail atau nama-nama calon anggota dari "komite nasional untuk administrasi Gaza" yang diusulkan.
You might be interested :
Gencatan Senjata Gaza dan Pembebasan Sandera Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya
Komite tersebut diperkirakan tidak akan mulai bekerja sampai mendapat mandat dari "dewan perdamaian" yang diketuai oleh Trump, yang hingga kini belum dibentuk.
Disadur dari The Guardian, Kamis, 15 Januari 2026, Witkoff mengatakan fase kedua akan memulai "demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza secara penuh, terutama pelucutan senjata semua personel yang tidak berwenang".
Fase pertama rencana gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober lalu, dengan pertukaran sandera Israel yang ditahan oleh Hamas dan sekutunya dengan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Pasukan Israel mundur ke garis gencatan senjata berwarna kuning yang membuat mereka menguasai sebagian besar wilayah tersebut.
Pemboman Israel terhadap Gaza berkurang tetapi belum berhenti.
Sekitar 450 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai. Belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai pelucutan senjata Hamas.
Meskipun Witkoff tidak memberikan rincian apa pun tentang komite sementara Palestina yang diusulkan, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mengumumkan beberapa jam sebelumnya bahwa kesepakatan telah tercapai mengenai ke-15 anggotanya.
Abdelatty mengatakan komite tersebut akan "dikerahkan ke Jalur Gaza untuk mengelola kehidupan sehari-hari dan layanan penting".
Para anggota diharapkan lebih banyak berprofesi sebagai teknokrat daripada politisi, tetapi beberapa di antaranya diyakini memiliki afiliasi dengan partai Fatah, yang dominan di Otoritas Palestina.
Dua kandidat yang disebut-sebut sebagai calon ketua adalah Ali Shaath, mantan wakil menteri perencanaan di Otoritas Palestina, dan Majed Abu Ramadan, menteri kesehatan Otoritas Palestina.