
UPdates—Ammar Zoni buka-bukaan di pengadilan. Ia mengaku diperas hingga Rp3 miliar dan menyebut nama bandar hingga artis yang menurutnya rata-rata pemakai narkoba.
You may also like :
Pengguna Narkoba di Indonesia Tembus 3,3 Juta Orang, Kabareskrim: Bandar harus Dimiskinkan
Dalam sidang lanjutan terkait kasus dugaan peredaran narkoba di dalam rumah tahanan (rutan) di PN Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis, 8 Januari 2026, mantan aktor itu mengaku diperas oknum penyidik Polsek Cempaka Putih sebesar Rp300 juta.
You might be interested :
Tes Urine Negatif dan Boleh Pulang, Istri Onad: Suamiku, Doaku Selalu Menyertaimu
Pria bernama asli Muhammad Ammar Akbar itu mengatakan bahwa Rp300 juta itu diminta sebagai uang pelicin supaya kasusnya tak lanjut ke meja hijau.
Ia mengatakan, penyidik saat itu memintanya menanggung sembilan terpidana lain yang berasal dari rutan Salemba.
"Rp300 juta per kepala. Dan dia suruh saya nanggung semuanya. Ada 10 orang, Rp3 Miliar berarti saya harus siapin dana. Saya bilang, loh ini pemerasan namanya, saya bilang. Jangankan Rp300 juta mau saya bayar, Rp3 juta juga saya enggak mau bayar. Gitu loh," ungkapnya di persidangan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Kamis, 8 Januari 2026.
Selain pemerasan, dalam keterangannya kepada Hakim Ketua Dwi Elyarahma Sulistiyowati, Ammar Zoni juga mengungkapkan dirinya sempat mendapat tawaran dari teman satu selnya bernama Jaya terkait peredaran sabu seberat 100 gram.
Mantan suami Irish Bella itu mengaku hanya ditawari peran mengawasi, dengan imbalan Rp10 juta. Tawaran tersebut disebutnya datang menjelang pergantian tahun yang ditolaknya.
"Buat apa saya harus ngeliatin narkoba juga segala macam. Padahal karena narkoba itu kan saya sudah berkali-kali kena masuk kan gitu. Jadi saya tolak," ujarnya.
Peristiwa setelah penolakan itu kemudian dituturkan Ammar. Pada Jumat, 3 Januari, sepulang salat Jumat, ia mengaku sempat melihat aktivitas mencurigakan di dalam rutan.
“Saya baru masuk, pulang, nah dia baru mau keluar gitu lho. Ngambil sesuatu gitu kan dari Jaya," bebernya.
Ditegaskan Ammar, dirinya tidak ikut campur dan tidak memiliki hubungan lebih jauh dengan aktivitas peredaran narkoba di Lapas dan jarang berkomunikasi dengan penghuni lain karena posisi tempat tidurnya berada di lantai atas.
Peristiwa kemudian berlanjut pada malam hari. Ammar mengaku terkejut saat seorang petugas bernama Eka mendatanginya usai salat Isya.
"Nah, lalu di malamnya, sekitar Isya, itu Pak Eka datang. Pak Eka datang, lalu dia langsung bilang, mana HP lu? Ya kan. Nah ya saya kasih langsung kan gitu, saya kaget juga kan tiba-tiba," ucap Ammar.
Ammar kembali menegaskan tidak mengetahui urusan antara Jaya dengan terdakwa lain dan meminta agar keterangan tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.
Kendati begitu, Ammar mengaku kepolisian yang sudah datang saat itu tetap mengaitkan namanya dalam perkara tersebut. Ia juga menyinggung adanya video yang beredar terkait penjelasannya.
"Ada video yang saya bilang, memang si Jaya ini menawarkan dari Andre, menawarkan 100 gram ini dengan upah Rp10 juta. Dan hanya sebagai pengamat aja, pengawas gitu lho," jelasnya.
Ammar yang mengaku menempati satu sel bersama tiga orang lainnya, yakni Febri, Black, dan Jaya di Rumah Tahanan Salemba dalam sidang juga menyebut sosok yang menurutnya dikenal sebagai bandar narkoba di Rutan Salemba.
"Jadi kami semua tahu bandar narkoba di Rutan Salemba itu adalah Andre. Dia bos besar, bos narkoba. Waktu itu masih ada di tanggal 31," ujar Ammar.
Secara terbuka, Ammar yang tiga kali berurusan dengan hukum sejak 2017 hingga 2023 akibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu mengakui kalau dia kecanduan narkotika dan zat sejenis lainnya setelah sempat beberapa kali tersandung kasus hukum.
"Saya kecanduan Yang Mulia. Sejujurnya saya kecanduan," katanya.
Ia lantas menyebut bahwa penggunaan narkotika di kalangan artis bukanlah hal yang asing. Bahkan kata dia, rata-rata rekan artis menggunakan zat terlarang tersebut untuk menunjang pekerjaan mereka
"Nah, di situ, di saat saya memakai itu, memang sewaktu itu saya pakai untuk bekerja. Dan enggak cuma saya doang, hampir semua juga artis-artis rata-rata juga memakai," ujar Ammar.
Kepada majelis hakim, Ammar Zoni mengaku kapok. "Ini sudah cukup saya mohon, saya mau pulang Pak, saya mau pulang," ujar Ammar.
Jaksa sempat menanyakan sudah berapa kali total dia tersandung kasus narkoba. "Ini yang ini yang keempat saya tersandung masalah," jawabnya.
Sambil berurai air mata, Ammar secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia mengaku menyesal karena mengetahui adanya peredaran narkoba di dalam rutan, namun memilih tidak melaporkannya.
"Saya ngerasa bersalah. Saya ngerasa bersalah karena saya tidak memberi tahu. Saya tahu tapi saya enggak ngasih tahu," sesal Ammar sambil mengusap matanya.
Ammar mengklaim paham berbagai modus dan sistem yang berjalan di dalam rutan tersebut, termasuk adanya praktik pungutan liar.
"Tahu ada sabu di dalam. Saya tahu ada peredaran narkoba. Saya tahu segala macam kunci-kunci dari semua yang ada di Rutan Salemba. Saya tahu semuanya bagaimana orang-orang punglinya semuanya di sana segala macam, saya tahu semuanya tapi saya enggak bilang," katanya.