Ustaz Hilmi Firdausi (Foto: Instagram)

Anggaran Bakom Prabowo Meroket dari Rp25 M Jadi Rp1,9 Triliun, Hilmi: Kosmetik Tebal

29 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Alokasi Anggaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan naik menjadi Rp1,945 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Lonjakan fantastis sebesar 7.600 persen dari pagu sebelumnya yang hanya berkisar Rp25,37 miliar itu dinilai sebagai bentuk hipokrisi tata kelola keuangan negara.

Tidak heran, kenaikan fantastis ini menuai kritik tajam. Ustaz Hilmi Firdausi mengibaratkan kenaikan gila-gilaan itu sebagai “kosmetik tebal”.

You might be interested : hidayat bakomPemerintah Minta Warga Siapkan Tas Siaga Bencana, Ini Isinya

Pimpinan YPI Baitul Hikmah sekaligus Pengasuh PPA Assa'adah itu menyebut ini seperti ironi di tengah penghematan yang dilakukan pemerintah pusat untuk mendukung program andalannya.

“Di saat terjadi penghematan di sana-sini karena dana banyak tersedot untuk program prioritas pemerintah, anggaran BAKOM (Badan Komunikasi Pemerintah) malah naik 7600% dari sebelumnya hanya Rp25,37 M menjadi Rp1,945 T di RAPBN 2027. Apakah kosmetik tebal untuk memoles citra pemerintah sebegitu pentingnya?” tulis Hilmi Firdausi dalam unggahan di akun X-nya pada Kamis, 29 Oktober 2026 sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Pemilik SIT Daarul Fikri itu menyebut kenaikan anggaran Bakom ini menjadi kabar bagus bari para buzzer. Dai yang juga penulis tersebut pun mengingatkan para pihak yang selama ini bersikap kritis terhadap pemerintah.

“Para buzzer happy mendengar kabar ini, dan siap-siaplah teman-teman yang kritis akan makin sering diserang buzzer kedepannya. Saran saya, abaikan dan blokir saja!” tandasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli secara blak-blakan mengutuk postur anggaran yang dinilainya sudah di luar nalar tersebut.

Ia menyoroti ironi tajam antara retorika penghematan yang kerap digaungkan presiden dengan realitas alokasi dana untuk lembaga kehumasan yang justru meledak hingga 77 kali lipat.

"Rakyat disuruh berhemat, daerah disuruh mengencangkan ikat pinggang, transfer ke daerah dipangkas habis-habisan, katanya efisiensi. Tapi untuk urusan pencitraan, keran anggaran dibuka lebar-lebar," kritik Guntur Romli sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari unggahannya di X, Kamis, 29 Oktober 2026.

"Gila, benar-benar gila. Anggaran Bakom naik 7.600 persen, tidak tanggung-tanggung dari sebelumnya miliaran kini sudah triliunan. Dan itu hanya untuk pencitraan super mewah, bukan buat rakyat," tambahnya.

Suntikan dana jumbo untuk lembaga tersebut bagi Guntur layaknya upaya mendempul luka busuk dengan riasan kosmetik yang tebal. Alih-alih mengobati sumber penyakitnya, pemerintah dituding hanya peduli pada tampilan luar agar terlihat mulus di depan kamera.

Ia mempertanyakan narasi keberhasilan apa yang hendak dipoles oleh mesin komunikasi pemerintah di tengah rentetan krisis yang saat ini mencekik leher rakyat.

Guntur secara tajam membeberkan daftar panjang kegagalan kabinet yang tak mungkin bisa ditutupi oleh infografis maupun buzzer seperti fundamental ekonomi yang buruk hingga carut marut dari Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

"Ibu-ibu dan rakyat kecil menjerit, padahal perut lapar tidak bisa dikenyangkan dengan video sinematik. Harga yang naik tidak bisa diturunkan dengan infografis, jeritan rakyat tidak bisa dilawan dengan buzzer," sindirnya.

Bagi Guntur, kinerja yang baik akan beresonansi dengan sendirinya di tengah masyarakat tanpa perlu dibantu mesin propaganda bernilai triliunan rupiah.

"Anggaran Bakom itu hanya pemborosan uang rakyat. Polesan apa pun akan tetap luntur, busuk luka tidak bisa ditutupi," tegas Guntur.

Ia melanjutkan, “Ini ibarat luka busuk yang tidak diobati, malah didempul make up tebal. Lukanya dibiarkan bernanah, yang penting wajahnya mulus di depan kamera.”

“Padahal rumusnya sederhana. Kalau kinerja pemerintah bagus, kabar baik menyebar dengan sendirinya. Rakyat tidak perlu dibujuk dengan baliho, konten, dan buzzer. Karena rakyat langsung merasakannya. Ini pemborosan uang rakyat,” tandasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >