Bendera AS dan Iran (Foto: APA)

AS Bom Pesta Pernikahan di Iran, 4 Tewas dan 50 Terluka

2 September 2026
Font +
Font -

UPdates—Bulan Sabit Merah Iran menyatakan bahwa empat orang, termasuk seorang anak, tewas dan lebih dari 50 orang terluka akibat serangan AS saat mereka menghadiri sebuah pernikahan di wilayah selatan.

You may also like : wni tentara bayaran rusiaIntelijen Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Ini Respons Kemlu dan DPR

"Menyusul serangan rudal AS, serpihan menghantam sebuah rumah hunian di kota Kuhestak, wilayah Sirik, provinsi Hormozgan, tempat perayaan pernikahan sedang berlangsung, lebih dari 50 orang terluka dan empat orang, termasuk seorang anak kecil, gugur," demikian pernyataan Bulan Sabit Merah dalam sebuah unggahan di X pada Rabu dini hari sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World.

Sebuah video yang dibagikan oleh akun pemerintah Iran memperlihatkan puing-puing berserakan dan kerusakan parah di lokasi yang disebut sebagai tempat pernikahan di Sirik pascaserangan AS, dengan suara orang-orang berteriak terdengar di latar belakang.

Pihak berwenang AS sejauh ini belum mengonfirmasi insiden yang dilaporkan tersebut.

Sebelumnya, wakil gubernur provinsi Hormozgan di wilayah selatan, Ahmad Nafisi, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa dua orang dilaporkan tewas dan sejumlah orang lainnya terluka.

Wilayah Sirik di bagian selatan terletak di sepanjang Selat Hormuz yang strategis.

Amerika Serikat menyatakan pihaknya sedang melancarkan serangan terhadap target-target Korps Garda Revolusi Iran menyusul upaya serangan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Pada hari Selasa, media Iran melaporkan adanya ledakan di beberapa kota di sepanjang dan di sebelah timur Hormuz, serta di sebuah bandara di provinsi Kerman, wilayah selatan.

AS bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran pada 28 Februari; serangan tersebut dengan cepat menewaskan Pemimpin Tertinggi yang telah lama menjabat, Ali Khamenei, serta sebagian besar petinggi lainnya dan ratusan warga sipil.

Iran segera membalas dengan mengambil kendali atas Selat Hormuz—jalur sempit yang pernah dilalui oleh seperlima pasokan minyak global—dan melancarkan hujan rudal serta serangan pesawat nirawak (drone) ke negara-negara Teluk.

Serangan gencar awal oleh AS dan Israel berlangsung selama hampir 40 hari, namun serangan sporadis—terutama di sekitar wilayah Hormuz—masih terus berlanjut, sehingga meredupkan prospek tercapainya kesepakatan damai final.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >