
UPdates - Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya resmi menyepakati perjanjian perdamaian.
You may also like :
Istri Sudah Terbunuh, Trump Bilang ‘Tidak Senang’ Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Hal ini diungkapkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Disadur Keidenesia.TV dari Aljazeera, Senin, 15 Juni 2026, Sharif mengatakan bahwa "kesepakatan perdamaian" antara AS dan Iran telah tercapai dan "sekarang berlaku," dengan proses penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai dijadwalkan akan digelar di Swiss, hari Jumat, 19 Juni 2026.
You might be interested :
Diincar AS-Israel, Pasukan Elite Berpakaian Hitam Kawal Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Hal senada juga disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," ujarnya.
Trump juga mengumumkan berakhirnya blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.
Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa teks kesepakatan telah "diselesaikan" dan perang akan berakhir di semua lini, termasuk Lebanon.
Sebelumnya, perang dimulai saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan berskala besar ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Serangan awal tersebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis di wilayah Iran sekitar pukul 09.45 waktu setempat
Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan tersebut. Iran juga memblokade total lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital untuk pasokan minyak dan gas alam global.