Serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menyusul eskalasi antara Hizbullah dan Israel di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, 2 Maret 2026. (foto:Doc.Mohamed Azakir/Reuters)

AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah: "Segera Berangkat"

3 March 2026
Font +
Font -

UPdates - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga Amerika Serikat untuk segera meninggalkan negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar, di tengah meningkatnya serangan AS-Israel terhadap Iran .

You may also like : captureBelasan Mahasiswa Indonesia di Iran Tertahan di Bandara Azerbaijan

Peringatan yang dikeluarkan pada hari Senin waktu setempat. Peringatan terbaru ini berlaku untuk Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza yang diduduki, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

You might be interested : presiden iran masoud pezeshkian aaPresiden Iran: Kami Siap Menyerang Israel Lagi

Dalam dipostingnya di X yang Disadur Keidenesia.TV dari Al Jazeera, Selasa, 3 Maret 2026, Mora Namdar, asisten sekretaris Departemen Luar Negeri untuk urusan konsuler, mengatakan bahwa warga negara AS harus "SEGERA BERANGKAT" dari negara-negara yang terdaftar menggunakan transportasi komersial yang tersedia "karena risiko keselamatan yang serius".

Kedutaan Besar AS di Amman, Yordania, mengumumkan pada Senin pagi bahwa personelnya telah meninggalkan lokasi diplomatik tersebut “karena adanya ancaman”.

Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, menewaskan banyak pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei .

Teheran kemudian membalas dengan serangan di seluruh wilayah tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa konflik tersebut diproyeksikan akan berlangsung selama empat hingga lima minggu, tetapi bisa berlangsung lebih lama.

 

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >