
UPdates—Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung merespons dengan serangan balasan.
You may also like :
Iran Rilis Data Kerugian AS dalam Perang Juli: 11 Pesawat Tempur dan Helikopter Hancur, Lebih 200 Tentara Tewas
Iran menembakkan rudal dari berbagai lokasi di seluruh negeri ke arah target-target di kawasan tersebut, demikian dilaporkan televisi pemerintah.
You might be interested :
Bantah Target Putra Trump, Kepala Keamanan Iran: Kami Akan Kirim Netanyahu ke Neraka
Reuters melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan AS di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap Pulau Larak, Iran.
Press TV Iran juga melaporkan pada Senin pagi bahwa tembakan rudal diarahkan ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Televisi pemerintah Iran secara terpisah melaporkan adanya ledakan di kota Sirik di wilayah selatan, seraya menyebutkan bahwa ledakan tersebut mungkin terkait dengan serangan Iran di Selat Hormuz.
Anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa pembalasan pasti akan datang untuk setiap serangan musuh.
"Ujilah tekad kami sekali lagi, dan bayarlah harga yang lebih mahal," tulis Azizi di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Senin, 31 Agustus 2026.
Dia menambahkan: "Pembalasan akan datang; larilah saja!"
Azizi juga mengatakan bahwa menguji kembali tekad Iran hanya akan meningkatkan biaya dari apa yang ia gambarkan sebagai kekalahan yang memalukan.
"Tidak ada kejahatan, pada tingkat mana pun, yang akan dibiarkan tanpa balasan," ujarnya, seraya memperingatkan akan adanya respons yang menghancurkan, lebih menyakitkan, dan memberikan pelajaran yang akan melengkapi apa yang disebutnya sebagai serangkaian kekalahan AS.
Serangan AS di Pulau Larak
Sebelumnya pada hari Minggu, pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang menandai serangan pertama di wilayah Iran sejak akhir Juli, menurut keterangan seorang pejabat AS kepada Axios.
Operasi tersebut menargetkan sistem yang diduga sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sejumlah kombatan dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan memberikan balasan.
Kantor berita Iran, Tasnim, menyebutkan bahwa informasi awal mengindikasikan serangan itu dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone).
Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak perang dimulai dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Meskipun kesepakatan kerangka kerja telah ditandatangani pada bulan Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, pada bulan Juli AS memulai kampanye pengeboman selama dua minggu dan kembali memberlakukan blokade laut setelah munculnya perbedaan pendapat mengenai navigasi di selat tersebut.