
UPdates—Setidaknya 47 orang tewas dan 115 orang terluka dengan sebagian besar mengalami luka bakar serius setelah kebakaran pada malam Tahun Baru di klub malam Le Constellation di resor ski Swiss, Crans-Montana.
You may also like :
Semua Kota Besar Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026
Saksi mata mengatakan sebuah botol sampanye yang dihiasi lilin ulang tahun diangkat terlalu dekat dengan langit-langit kayu yang rendah sekitar pukul 1:30 pagi waktu setempat, memicu "flashover" cepat yang membakar semua yang mudah terbakar di ruangan itu sekaligus.
You might be interested :
Tragedi Malam Tahun Baru di Swiss, 40 Tewas dan 100 Terluka Akibat Kebakaran
Flashover terjadi ketika gas panas menumpuk di dekat langit-langit ruang tertutup, meningkatkan suhu secara tajam hingga bahan yang mudah terbakar menyala hampir bersamaan.
Menurut National Fire Protection Association yang berbasis di AS, kejadian seperti itu dapat menyebabkan kebakaran dan menjadi tidak terkendali dalam hitungan detik.
Sebuah foto dan video, yang keasliannya belum diverifikasi viral secara online, yang diduga menangkap momen-momen awal kebakaran.
Gambar tersebut, yang dibagikan oleh Visegrad24, tampaknya menunjukkan lilin yang diletakkan di atas botol sampanye secara tidak sengaja membakar busa peredam suara di langit-langit bar Le Constellation.
Dalam video promosi klub malam itu yang dibagikan Mario Nawfal, seorang pengusaha yang juga pendiri IBC Group di akun X-nya menunjukkan para pelayan berjalan di tengah kerumunan dengan botol-botol menyala diangkat tinggi, hampir menyentuh langit-langit.
Di video lain yang juga dibagikan Mario Nawfal, tampak pengunjung klub malam tersebut tertawa saat api mulai membakar langit-langit dengan salah satu terlihat berusaha memadamkan api. Sejumlah pengunjung lain di video itu tampak merekam api yang berusaha dipadamkan.
Sementara di video lain, seorang wanita terlihat berhasil keluar dari bar dengan luka bakar serius di bagian wajah dan dadanya.
Pihak berwenang Swiss belum mengkonfirmasi salah satu keterangan daring tersebut.
Berbicara kepada media, jaksa agung kanton Valais, Beatrice Pilloud, mengatakan bahwa para penyelidik sedang memeriksa beberapa hipotesis, dengan fokus khusus pada apakah ledakan api (flashover) menyebabkan penyebaran api yang cepat.
"Ada banyak keadaan yang perlu diklarifikasi. Beberapa hipotesis diajukan. Teori utama yang kami prioritaskan adalah ledakan api (flashover) yang memicu ledakan cepat. Beberapa saksi telah didengar dan telepon yang ditemukan di tempat kejadian sedang dianalisis," kata Pilloud sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari India Today, Sabtu, 3 Januari 2026.
Tempat hiburan di ruang bawah tanah itu hanya memiliki satu pintu keluar tangga. Dan para pengunjung yang panik setelah melihat api menjalar dengan cepat bergegas menyelamatkan diri.
Akibat tragedi malam tahun baru ini beberapa jenazah hangus hingga sulit dikenali, memaksa pihak berwenang untuk mengandalkan DNA dan catatan gigi.
Pusat perawatan luka bakar di Swiss kewalahan, dengan para korban diterbangkan ke rumah sakit di negara-negara tetangga.
Sebanyak 16 warga Italia dilaporkan masih hilang. Setidaknya 8 warga negara Prancis juga belum ditemukan.
Klub Prancis, FC Metz mengkonfirmasi bahwa pemain mereka yang berusia 19 tahun, Tahirys Dos Santos, menderita luka bakar parah dan diterbangkan ke Jerman.
Presiden Swiss, Guy Parmelin menyebut kejadian ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara mereka.
Sekitar 200 orang sedang berpesta di Le Constellation, tempat populer di kalangan wisatawan muda, ketika kebakaran terjadi pada 31 Desember.
Layanan darurat bekerja sepanjang malam, mengerahkan ambulans dan helikopter penyelamat untuk mengevakuasi 115 korban luka sementara penyelidikan terus berlanjut.
Pihak berwenang menekankan bahwa insiden tersebut tidak dianggap sebagai terkait terorisme. Para penyelidik juga memeriksa apakah bar tersebut mematuhi norma keselamatan kebakaran, termasuk penggunaan bahan langit-langit, isolasi interior, dan ketersediaan pintu keluar darurat.