
UPdates - Aksi baku tembak antara pasukan pemerintah melawan milisi yang bersekutu dengan pihak oposisi mengguncang ibu kota Somalia, Mogadishu sejak Rabu hingga Kamis, 4 Juni 2026 waktu setempat.
Pertempuran dimulai sekitar pukul 5 sore pada hari Rabu dan berlanjut hingga Kamis pagi. Ribuan pasukan pemerintah dikerahkan di distrik Howlwadag dan Abdiasis di Mogadishu, tempat mereka terlibat baku tembak dengan milisi yang mendukung para pemimpin oposisi.
Peristiwa ini meletus menjelang protes yang direncanakan pada hari Kamis terkait keputusan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud yang memperpanjang masa jabatannya selama satu tahun dan menunda pemilihan umum.
Masa jabatan Hassan Sheikh Mohamud seharusnya berakhir pada 15 Mei 2026, namun ia berupaya menambah periode jabatannya dengan menggantikan sistem berbasis tetua klan yang selama ini dianut.
Disadur Keidenesia.TV dari AFP, Jumat, 5 Juni 2026, mantan presiden Somalia, Sharif Sheikh Ahmed yang berkuasa dari tahun 2009 hingga 2012 mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah menargetkan rumahnya dan menuduh pemerintah Mohamud "mengubah konstitusi secara ilegal."
"Pasukan pemerintah mengepung dan menyerang rumah saya. Saya tidak pernah takut dengan serangan agresif mereka, saya akan melawan balik," katanya dalam sebuah video di akun Facebook-nya yang diunggah Rabu malam.
Sementara itu, dalam sebuah unggahan di X, mantan perdana menteri Hassan Ali Khaire menuduh pasukan pemerintah menggunakan senjata berat termasuk senjata anti-tank dan drone di daerah padat penduduk.
Pihak oposisi dan para pemimpin daerah sangat menentang rencana Mohamud lantaran menganggap hal tersebut upaya memusatkan kekuasaan.