
UPdates - Banjir menerjang Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT.
You may also like :
Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 61 Orang, 2 Santri Belum Ditemukan
Hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air dan menggenangi permukiman warga serta memutus akses jalan di sejumlah wilayah.
You might be interested :
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal 1.141 Jiwa, 163 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Wilayah terdampak banjir meliputi lima kecamatan dengan sembilan desa, yaitu Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Keidenesia.TV, Kamis, 8 Januari 2026, dua orang meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.
Selain itu, sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 1.500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kerugian materiil akibat banjir cukup besar. Tercatat 726 unit rumah terdampak dengan rincian 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, dan 286 unit rumah rusak ringan.
Berdasarkan kondisi terkini, banjir di sebagian wilayah telah mulai surut, namun curah hujan masih terpantau sangat tinggi.
BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung di wilayah Halmahera Barat pada periode 5–11 Januari 2026.
Hingga saat ini, jaringan listrik dan akses komunikasi di beberapa lokasi masih terputus.
Lokasi pengungsian sementara berada di rumah penduduk, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal. Melihat kondisi tersebut, diperlukan penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat guna mempercepat dan mengoptimalkan upaya penanganan bencana.
BNPB mengimbau masyarakat Kabupaten Halmahera Barat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.
Warga diminta menghindari daerah rawan, segera mengungsi ke tempat aman apabila kondisi memburuk, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.