Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat meninjau Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa, 17 Maret 2026. (Foto: Kemenkeu)

Bantah Prediksi Ekonomi Indonesia Suram, Menkeu: Kalau tidak Ngerti, jangan Asal Bunyi

27 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah prediksi bahwa perekonomian Indonesia akan suram, menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar pada data yang akurat.
  • Menkeu Purbaya menegaskan pentingnya objektivitas bagi para pengamat ekonomi dan menyayangkan narasi yang memicu kekhawatiran publik tanpa dukungan angka-angka yang jelas.
  • Purbaya membantah klaim bahwa ekonomi Indonesia akan hancur dalam waktu dekat hanya karena fluktuasi harga minyak dunia, menyatakan bahwa seluruh dunia akan terkena dampaknya jika harga minyak dunia melonjak.
  • Menkeu melakukan pengecekan langsung ke Pasar Tanah Abang untuk memvalidasi data statistik yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga, sebagai langkah nyata untuk memantau kondisi ekonomi.
  • Purbaya menyarankan agar para pengamat mempertimbangkan berbagai variabel risiko secara komprehensif, termasuk rekam jejak pertumbuhan ekonomi nasional, respons fiskal dan moneter, serta indikator sektoral dan konsumsi domestik.
  • Menkeu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang tengah berjuang menghadapi inflasi harga BBM, dan menyatakan bahwa stabilitas dalam negeri masih jauh lebih terkendali.
  • Purbaya mengimbau agar para pengamat kembali mendalami data secara serius sebelum memberikan pernyataan ke ruang publik, dan tidak menyebarkan ketakutan tanpa dasar data yang kuat.
atau

UPdates—Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah pernyataan pengamat yang memprediksi masa depan perekonomian Indonesia akan suram.

You may also like : yanuar arif pks dprDPR Minta Kejelasan Diskon Tiket Pesawat untuk Lebaran 2025

Ia menegaskan, pernyataan yang menyebut Indonesia akan segera menghadapi kehancuran ekonomi atau resesi tidak berdasar pada perhitungan data yang akurat.

Ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026, Menkeu Purbaya mengatakan tentang pentingnya objektivitas bagi para pengamat ekonomi.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020–2025 itu menyayangkan, adanya narasi yang dianggap hanya memicu kekhawatiran publik tanpa dukungan angka-angka yang jelas.

Ditegaskan Purbaya, dirinya sangat terbuka terhadap kritik. Selama hal tersebut didasari analisis yang kuat.

Namun, dia membantah keras klaim yang menyebut ekonomi RI akan hancur dalam waktu dekat hanya karena faktor tunggal seperti fluktuasi harga minyak dunia.

“Jangan hanya bilang dua bulan lagi ekonomi Indonesia hancur atau resesi. Alasannya hanya karena harga minyak dunia diprediksi tembus USD200 per barel. Jika itu terjadi, seluruh dunia memang akan terkena dampaknya, bukan hanya kita,” tegas Purbaya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia juga menanggapi cibiran ekonom terkait langkahnya melakukan pengecekan langsung ke Pasar Tanah Abang.

Menurut Menkeu, observasi lapangan adalah langkah nyata untuk memvalidasi data statistik yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

Purbaya menambahkan bahwa seorang ekonom yang kompeten seharusnya mempertimbangkan berbagai variabel risiko secara komprehensif, termasuk rekam jejak pertumbuhan ekonomi nasional (data historis).

Kemudian, respons fiskal dan moneter terhadap tekanan global (kebijakan pemerintah). Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur yang masih ekspansif (indikator sektoral). Dan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) serta angka penjualan ritel serta otomotif yang tetap stabil (konsumsi domestik).

Menutup pernyataannya, Purbaya membandingkan kondisi Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang tengah berjuang menghadapi inflasi harga BBM.

Bagi Purbaya, stabilitas dalam negeri masih jauh lebih terkendali dibandingkan tekanan yang dirasakan oleh masyarakat di luar negeri.

Dia pun mengimbau agar para pengamat kembali mendalami data secara serius sebelum memberikan pernyataan ke ruang publik.

“Kalau memang tidak mengerti, lebih baik belajar lagi. Jangan asal bunyi apalagi menyebarkan ketakutan tanpa dasar data yang kuat,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >