Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Foto: Arifman/Karisma/DPR RI)

Banyak Warga Main Hakim Sendiri, DPR Ingatkan Polisi Cepat Tanggap

24 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta polisi untuk lebih cepat dalam menanggapi laporan warga karena maraknya aksi vandalisme dan main hakim sendiri.
  • Menurut Sahroni, aksi main hakim sendiri terjadi karena masyarakat merasa frustrasi dengan sikap aparat yang kurang tanggap terhadap laporan mereka.
  • Sahroni mendorong polisi untuk lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan warga dan menggandeng warga yang memiliki informasi terkait suatu tindak kejahatan.
  • Ia berpendapat bahwa laporan masyarakat sangat membantu kinerja aparat, sehingga perlu ditanggapi dengan cepat.
  • Sahroni juga menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan masyarakat untuk membantu penegakan hukum dan menjaga situasi tetap kondusif.
  • Masyarakat yang peduli harus dirangkul untuk membantu kepolisian, bukan malah bertindak sendiri, demi terciptanya penegakan hukum yang efektif.
  • Dengan demikian, diharapkan penegakan hukum dapat berjalan efektif dan situasi tetap kondusif.
atau

UPdates—Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian lebih cepat dalam menanggapi laporan warga.

You may also like : rifqinizamy karsayuda dprDPR RI Kirim Sinyal Kuat Pilkada Kembali ke DPRD

Ahmad Sahroni menyampaikan hal itu lantaran belakangan marak aksi vandalisme, pelibatan unsur kekerasan, hingga main hakim sendiri oleh masyarakat.

You might be interested : screenshot 20260127 140058 tiktokAnggota Komisi III DPR RI Minta Penyelesaian Kasus Penjual Es Gabus Tak Cukup Sebatas Maaf

"Fenomena ini terlihat dari berbagai kejadian di sejumlah daerah, termasuk aksi pelemparan petasan hingga penyerangan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran hukum," ujar Sahroni dalam keterangan di Jakarta sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Selasa, 24 Maret 2026.

Politikus Partai NasDem itu mengatakan aksi main hakim sendiri tidak akan terjadi jika polisi cepat mengusut laporan masyarakat.

Aksi main hakim sendiri memang tidak bisa dibenarkan. Akan tetapi menurutnya, terkadang hal itu disebabkan oleh rasa frustrasi masyarakat karena sikap aparat yang kurang tanggap.

Masyarakat sudah geram akan tindak kriminal yang dilaporkan, namun tidak segera ditindaklanjuti.

Bahkan, apabila sampai ada pembiaran atau bahkan kesepakatan atau deal-dealan oknum dengan pelaku kriminal, lanjut Sahroni, maka terjadilah berbagai aksi, seperti vandalisme, pelemparan petasan, hingga aksi main hakim sendiri.

Makanya, ia mendorong pihak kepolisian lebih responsif dalam menindak laporan hingga menggandeng warga yang memiliki informasi terkait suatu tindak kejahatan, agar pengusutan bisa berjalan cepat.

"Saya minta aparat cepat tanggap dalam menindaklanjuti laporan warga karena laporan masyarakat justru sangat membantu kinerja aparat," ujar pimpinan komisi yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan tersebut.

Di sisi lain, Sahroni menyampaikan bahwa masyarakat yang peduli juga harus dirangkul untuk membantu kepolisian, bukan malah bertindak sendiri.

Dengan demikian, harus ada sinergi yang kuat agar penegakan hukum berjalan efektif dan situasi tetap kondusif.

Font +
Font -