Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini (Foto: DPR RI)

Barcode BBM Bersubsidi Banyak Diblokir, PDIP Minta Pemerintah Transparan

9 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Pemblokiran barcode BBM bersubsidi menyebabkan pelaku usaha di berbagai daerah mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi produktif.
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta pemerintah menghadirkan mekanisme komunikasi yang transparan agar perubahan kebijakan energi tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
  • Novita menekankan pentingnya sinkronisasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta PT Pertamina agar kebijakan yang diterbitkan tidak saling tumpang tindih.
  • Kebijakan yang tidak disertai sosialisasi dan mekanisme komunikasi yang jelas dapat berdampak langsung terhadap kelangsungan usaha, terutama sektor logistik, transportasi, dan industri kecil.
  • Novita berharap pemerintah segera memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjamin akses energi tetap tersedia bagi pelaku usaha dan menjaga stabilitas aktivitas ekonomi nasional.
  • Pemblokiran barcode subsidi BBM juga menimbulkan keresahan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga perlu diselesaikan dengan mekanisme yang transparan dan terintegrasi.
  • DPR RI menyoroti lemahnya koordinasi lintas kementerian sebagai akar berbagai persoalan kebijakan energi dan industri di lapangan yang perlu diperbaiki.
atau

UPdates—Pemblokiran barcode BBM bersubsidi dikeluhkan pelaku usaha di berbagai daerah. Hal ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi produktif.

You may also like : re23ce5j74nn971WFH 1 Hari Sepekan, Mensesneg: Bukan Berarti Ada Masalah Pasokan BBM

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini meminta pemerintah menghadirkan mekanisme komunikasi yang transparan. Menurutnya, perubahan kebijakan energi tidak boleh menimbulkan kebingungan di lapangan.

You might be interested : bahlil kemen esdmJamin Harga BBM Subsidi tak Naik Hingga Akhir Tahun, Menteri Bahlil: Doain

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai kebijakan yang tidak disertai sosialisasi dan mekanisme komunikasi yang jelas dapat berdampak langsung terhadap kelangsungan usaha. Khususnya sektor logistik, transportasi, hingga industri kecil yang masih bergantung pada akses BBM bersubsidi.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026, Novita mengungkapkan adanya laporan dari berbagai daerah mengenai pelaku usaha yang mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar setelah barcode subsidi mereka diblokir.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya memicu keresahan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di lapangan banyak pelaku usaha yang tiba-tiba kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi karena barcode mereka diblokir. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi rakyat,” ujar Novita sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Selasa, 9 Juni 2026.

Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu menegaskan, pemerintah perlu membangun sistem komunikasi publik yang lebih terbuka dan terintegrasi agar setiap perubahan kebijakan energi dapat diketahui lebih awal oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan kebingungan ataupun gangguan terhadap aktivitas produksi dan distribusi.

Selain menyoroti persoalan barcode subsidi, Novita juga mengkritisi lemahnya koordinasi lintas kementerian yang dinilai menjadi akar berbagai persoalan kebijakan energi dan industri di lapangan.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta PT Pertamina agar kebijakan yang diterbitkan tidak saling tumpang tindih.

“Jangan sampai pelaku industri menjadi korban dari ego sektoral antar lembaga. Negara harus hadir dengan kebijakan yang terkoordinasi, jelas, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjamin akses energi tetap tersedia bagi pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi nasional di tengah tantangan sektor industri dan logistik.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >