Wujud Gedung Pertama Kementerian Agama di Yogyakarta dijadikan lokasi Upacara HAB ke-80. (foto:Dok.Kemenag)

Begini Wujud 'Rumah Pertama' Kementerian Agama yang Telah Berusia 80 Tahun

3 January 2026
Font +
Font -

UPdates - Momen peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, menjadi ajang "napak tilas" bagi Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i untuk kembali ke titik nol, tempat di mana sejarah institusi ini bermula.

You may also like : nasaruddin umar menteri agamaIngin Bersih-bersih Kementerian Agama, Menag: Saya Siap Apapun Risikonya

Bangunan tua di Jalan Bintaran No. 9, Yogyakarta yang dijadikan lokasi Upacara HAB ke-80 ini merupakan gedung pertama Kementerian Agama.

You might be interested : 1742290444Kemenag Target Tahun Ini Pengumpulan Zakat Nasional Naik 10%

Bangunan ini mungkin tampak bersahaja di tengah modernitas kota, namun, bagi Romo, dinding-dinding kokoh yang telah berdiri selama delapan dekade ini memancarkan aura.

Di gedung inilah, berdasarkan Maklumat Kementerian Agama No. 1 tanggal 14 Maret 1946, Menteri Agama pertama H.M. Rasjidi pernah berkantor dan mengendalikan urusan agama republik yang saat itu masih seumur jagung.

1767413350 6958966654617

(foto:Dok.Kemenag)

Namun, ada fakta sejarah yang digali kembali oleh Romo Syafi'i saat melihat langsung fisik bangunan tersebut.

Gedung bersejarah ini ternyata berdiri di atas "Pakualaman Ground" dan penggunaannya merupakan wujud "palilah" (legitimasi izin atau pinjaman tulus) dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam VIII.

"Gedung ini bukan sekadar tumpukan batu bata, melainkan bukti otentik bagaimana sejak awal pemerintah pusat dan keraton, ulama dan umara, telah berkolaborasi dan bersinergi," ujar Romo, dilansir Keidenesia.TV dari laman Kemenag, Sabtu, 3 Januari 2026.

Pemberian "palilah" dari Paku Alam VIII kala itu menunjukkan dukungan total elemen bangsa agar Kementerian Agama dapat segera bekerja menjaga moral dan spiritual masyarakat di tengah masa revolusi.

1767413002 6958950ac6ccc

(foto:Dok.Kemenag)

Berdiri di bekas ruang kerja H.M. Rasjidi, Romo kembali teringat pidato sang Menteri Agama pertama tentang "filsafat akal" dan pentingnya Kantor Urusan Agama.

Visi Rasjidi kala itu sangat visioner: Kemenag hadir bukan untuk membatasi, melainkan menjamin kemerdekaan beragama. Semangat kerukunan inilah yang menjadi api nilai awal, yang menurut Romo, harus terus dijaga nyalanya hingga usia ke-80 tahun ini.

Bagi Romo, napak tilas ini memberikan pelajaran signifikan. Kolaborasi masa lalu antara Kemenag dan Pakualaman adalah simbol bahwa tugas menyejahterakan masyarakat dan menjaga kokohnya sendi-sendi kehidupan berbangsa tidak bisa dilakukan sendirian. "Jika ditarik ke masa kini, kolaborasi dan penyusunan sistem yang kuat menjadi nilai mutlak. Kita harus mewujudkan negara yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia," tegasnya.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Bertrand Russell

“Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa.”
Load More >