
UPdates—Ramai di media sosial mengenai pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite kini dibatasi maksimal Rp50 ribu per transaksi.
You may also like :
DPR Jamin BBM Subsidi tidak akan Dihapus
Isu ini muncul dan ramai diperbincangkan setelah harga BBM nonsubsidi Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026.
You might be interested :
Skandal Korupsi Memalukan di PT Pertamina Patra Niaga, Oplos Pertamax, Kerugian Negara Rp193,7 Triliun
Beberapa unggahan di media sosial menyebut pemerintah dan Pertamina mulai membatasi pembelian Pertalite karena adanya potensi peralihan konsumen dari Pertamax ke BBM subsidi tersebut.
PT Pertamina Patra Niaga kini angkat bicara soal isu ini. Mereka membantah kabar pembatasan yang beredar tersebut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menegaskan hingga saat ini tidak ada kebijakan maupun arahan dari pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan ataupun kapasitas mesin kendaraan.
"Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator," kata Roberth sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari keterangan resminya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Roberth berharap masyarakat tidak gampang mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Pertamina Patra Niaga menjalankan mandat distribusi energi dan akan mengikuti kebijakan resmi Pemerintah,” tegasnya.
“Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan," ujarnya.
Ia juga memastikan distribusi dan penyaluran Pertalite masih berjalan normal. Roberth mengatakan, program Subsidi Tepat yang dijalankan Pertamina bertujuan mendukung penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak berkaitan dengan narasi pembatasan berdasarkan jenis kendaraan yang beredar di media sosial.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia juga sudah membantah adanya pembatasan pembelian Pertalite, khusus untuk kendaraan roda dua.