
UPdates - Komisi Komunikasi Federal atau Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat, pada hari Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat, secara resmi mengumumkan larangan impor perangkat robot canggih dari China.
You may also like :
Kontes Pria Termalas di Dunia, Juaranya Baring 33 Jam, tak Pernah Duduk dan ke Toilet
FCC mengatakan bahwa teknologi tersebut menimbulkan "risiko yang tidak dapat diterima" bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Langkah ini diambil seiring dengan upaya pemerintahan Trump yang semakin gencar untuk mencegah teknologi China masuk ke AS.
You might be interested :
Prancis ke Trump: Uni Eropa tidak akan Membiarkan Anda Menyerang Greenland
FCC mendefinisikan robot yang dilarang sebagai "perangkat robot canggih", yang mencakup humanoid dan robot berkaki empat mirip hewan.
“Perangkat robot canggih mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak jahat untuk memata-matai warga Amerika, meningkatkan kemampuan dinas intelijen asing, atau untuk mengendalikan robot dari jarak jauh,” tulis para pejabat FCC dalam penetapan mereka tentang ancaman yang ditimbulkan oleh robot.
Selain robot humanoid, FCC juga melarang inverter daya terhubung, yang memungkinkan sumber energi terbarukan dan baterai terhubung ke jaringan listrik dan peralatan pusat data.
Pembatasan tersebut menunjukkan tujuan pemerintahan Trump untuk meningkatkan teknologi buatan AS, serta mendorong perusahaan untuk mengalihkan produksi agar dilakukan secara lokal.
“Presiden telah menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memiliki rantai pasokan yang independen dan aman untuk teknologi penting dan teknologi baru seperti perangkat robot dan inverter daya,” kata seorang pejabat administrasi, yang menolak disebutkan namanya, disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Rabu, 29 Juli 2026.
“Keamanan ekonomi adalah keamanan nasional, dan pemerintahan Trump terus menerapkan agenda kebijakan yang bernuansa dan beragam untuk mereindustrialisasi Amerika,” tambahnya.
Pembatasan tersebut hanya berlaku untuk model robot dan inverter yang belum dirilis. Namun, FCC memiliki wewenang untuk mencabut izin penjualan model yang telah diizinkan untuk dibeli di AS.
Robot humanoid, yang dilengkapi dengan "otak" yang didukung AI, diprediksi oleh beberapa analis akan diadopsi secara luas di bidang konsumen dan industri, sementara pembangunan pusat data yang pesat di AS akan bergantung pada sumber inverter yang andal.
China adalah produsen inverter terbesar di dunia, dipimpin oleh Sungrow Power Supply dan Huawei, yang sudah dikenai sanksi berat oleh AS.