
UPdates—Setelah deklarasi Indonesia swasembada beras pada tahun 2025, pemerintah berencana mewujudkan beras satu harga untuk seluruh wilayah Indonesia.
You may also like :
Demi Pilkada Jurdil, tidak Ada Bantuan Pangan Jelang Pencoblosan
Ini dapat dicapai dengan penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang diampu Perum Bulog melalui penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
You might be interested :
Demi Pilkada Jurdil, tidak Ada Bantuan Pangan Jelang Pencoblosan
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa gagasan besar mengenai beras SPHP satu harga ini telah disetujui pemerintah secara prinsip. Tentunya terobosan ini akan dapat menjadi stabilisator kondisi perberasan tatkala terjadi fluktuasi.
"Nah kami sudah menghitung bahwa untuk merencanakan beras satu harga, dari Sabang sampai Merauke. Adalah beras SPHP, bukan beras premium ya. (Jadi) beras SPHP satu harga. Itu nanti kita keluar gudang kami rencanakan Rp 11.000 per kilo," ungkap Ahmad Rizal sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari situs Bapanas, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, harga Rp11.000 nanti berlaku di Sabang, Jawa, Kalimantan, Sulawesi bahkan sampai Papua.
“Harga Rp11.000 keluar dari gudang (Bulog). Harga ecerannya tetap mengikuti harga eceran tertinggi yaitu Rp 12.500. Jadi para pengecer (bisa) mendapat keuntungan Rp 1.500. Untuk itu, nanti kita akan rapat dulu dengan beliau beliau, tapi pada dasarnya Bapak Presiden setuju, Bapak Menko setuju, Bapak Menteri Pertanian setuju konsep-konsep itu," beber Rizal.
Adapun sebagaimana diberitakan sebelumnya, program SPHP beras untuk tahun 2026 diperkirakan akan dimulai pada Februari 2026. Bapanas sedang memproses untuk pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).