
UPdates—Tujuh personel angkatan laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas akibat perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.
You may also like :
Trump Ancam Hancurkan Iran Usai Temui Xi Jinping, Rusia Ingatkan Bahaya Besar jika Perang Berlanjut
Menurut kantor berita Tasnim, perkelahian itu terjadi di tengah keresahan kru terkait nasib mereka dalam penugasan di Timur Tengah
USS Abraham Lincoln telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia, di mana misi utamanya adalah untuk memblokade Iran.
Kapal induk tersebut telah menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut, yang merupakan pengerahan berkelanjutan terpanjang USS Abraham Lincoln.
Tasnim melaporkan bahwa bentrokan dipicu kedatangan penasihat kepala Komando Pusat (CENTCOM), Brad Cooper.
Cooper naik ke kapal induk untuk menanggapi keluhan awak menyusul protes dari keluarga mereka atas penugasan berkepanjangan USS Abraham Lincoln.
Namun, kunjungan Cooper tak berjalan mulus. Penasihat itu dilaporkan dicemooh dan dilempari botol saat berbicara di hadapan para personel.
Konfrontasi kemudian meningkat menjadi perkelahian antar-awak yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya.
Tujuh personel dikabarkan tewas dan beberapa lainnya terluka. Suasana di atas kapal setelah itu tegang dan tak kondusif.
Sebelumnya, ratusan keluarga personel angkatan laut AS menemui Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao.
Dalam pertemuan virtual terpisah, para keluarga menyampaikan kekhawatiran tentang kesehatan mental, kelelahan, dan keselamatan para personel.
Sejumlah personel sempat dikabarkan mencoba melompat ke laut akibat frustrasi tak dipulangkan.
Cao sudah mengatakan kepada para anggota keluarga bahwa Angkatan Laut sedang mempersiapkan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan Lincoln.
Akan tetapi, para pejabat belum memberikan jadwal pasti, dengan alasan keamanan operasional.
Saat ini, sekitar 5.000 pelaut dan Marinir ada di atas kapal induk Lincoln dan masih menjalani penugasan yang dimulai pada 21 November.
Kapal induk tersebut telah dikerahkan selama lebih dari delapan bulan untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah melawan Iran.
Awalnya, penugasan diperkirakan akan berakhir pada bulan Mei ini. Namun, diperpanjang tanpa tanggal kembali yang diumumkan secara publik.