
UPdates—Seorang YouTuber mukbang (acara makan) meminta maaf dan menghapus video dirinya memesan makanan dan camilan di pesawat lebih 20 kali di kelas satu untuk membuat konten.
You may also like :
Ramai Teror Influencer, Ustaz Hilmi Harap Prabowo Perintahkan Tangkap Pelaku
Dalam video unggahannya, pria dengan nama pengguna Yuno itu memesan tujuh mangkuk ramyeon, salad, roti, buah, sandwich, keju, dan tiramisu.
You might be interested :
Jake Paul tak Bisa KO Mike Tyson, Ini Alasan Penonton Kecewa
Video tersebut, yang telah dihapus pada hari Kamis, 16 Juli 2026 menuai keluhan bahwa permintaan yang terus-menerus tersebut membebani pramugari dan mengganggu penumpang lain yang berada di kabin yang sama.
"Saya sangat menyesal bahwa video makanan dalam penerbangan yang saya unggah hari ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak orang," katanya dalam permintaan maaf panjang di saluran YouTube-nya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Korea JoongAng Daily, Jumat, 17 Juli 2026.
"Saya pikir saya juga menyebabkan ketidaknyamanan dengan membuat thumbnail dan kontennya terlihat lebih sensasional," lanjutnya.
Yuno mendirikan saluran YouTube-nya pada tahun 2015 dan saat ini memiliki 785.000 pelanggan dan 883 video hingga hari Kamis.
"Saya hanya fokus pada ide membuat konten baru. Saya membuat asumsi mudah bahwa jika saya meminta pengertian pramugari ketika saya naik pesawat dan mereka mengatakan tidak apa-apa, maka semuanya akan baik-baik saja," jelasnya.
"Saya tidak cukup memikirkan bagaimana meminta begitu banyak makanan dalam penerbangan dapat membebani pramugari dan mengganggu penumpang lain di ruang yang sama. Itu adalah kesalahan penilaian," lanjutnya.
Pembuat konten tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada awak kabin.
"Meskipun permintaan saya yang berulang dan tidak masuk akal pasti menyulitkan mereka, mereka tetap ramah dan tersenyum sampai saya turun, dan saya bersyukur untuk itu. Saya merasa lebih menyesal karena saya pikir saya terlalu bergantung pada kebaikan mereka," katanya.
Ia mengaku ulahnya memang berlebihan. "Jika dipikir-pikir, itu memang berlebihan. Itu pertama kalinya saya duduk di kursi sebagus itu, dan karena kegembiraan, saya merasionalisasi apa yang saya lakukan, mengatakan pada diri sendiri bahwa sekali lagi tidak akan merugikan," ujarnya.
Yuno membantah kesan bahwa ia memesan makanan tanpa henti. "Beberapa laporan menggambarkan seolah-olah saya terus meminta makanan sepanjang penerbangan, jadi saya ingin menyatakan fakta," katanya.
"Pengambilan gambar berlangsung sekitar dua jam 10 menit, dibagi menjadi tiga sesi selama penerbangan sekitar 15 jam, pada waktu makan dan setelah saya bangun," tandasnya.