
UPdates—Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Kyushu, pulau utama bagian selatan Jepang, pada tanggal 28 Juli menyisakan banyak kesedihan.
You may also like :
Tsunami di Jepang Setelah Gempa 7,4 Magnitudo, Bisa Capai 3 Meter, Perdana Menteri Minta Warga Cari Tempat Lebih Tinggi
Hingga 4 Agustus, tercatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain itu, lebih dari 8.500 orang masih bertahan di tempat penampungan darurat yang padat, dan lebih dari 46.000 rumah tangga tidak mendapatkan pasokan air.
Berempati dengan kondisi para korban, orang-orang pun berusaha memberikan bantuan. Tidak terkecuali bintang film dewasa Jepang, Yu Tano.
Lewat Palang Merah Jepang, wanita itu menyumbang 3 juta yen atau sekitar Rp339 Juta. Selain itu, bekerja sama dengan rekannya, ia juga memberikan bantuan lainnya, termasuk makanan dan perlengkapan sanitasi.
Dalam unggahan di X, Yu Tano mengaku sangat sedih melihat penderitaan warga Kumamoto dan berharap sumbangannya bisa membantu mereka.
“Kepada semua orang yang terdampak bencana di Kumamoto. Setiap kali melihat berita atau unggahan Anda semua, hati saya terasa pedih. Hal yang bisa saya lakukan memang kecil, namun dengan harapan bisa sedikit membantu, saya bekerja sama dengan seorang teman yang tinggal di Hiroshima untuk mengirimkan bantuan berupa minuman, bubuk minuman olahraga, perlengkapan sanitasi, popok, dan lain-lain. Selain itu, saya telah memberikan donasi sebesar 3 juta yen melalui Palang Merah Jepang,” tulisnya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menambahkan, “Saya membayangkan masih banyak orang yang menjalani masa-masa penuh kecemasan saat ini. Tolong, jangan memaksakan diri—utamakan keselamatan dan kesehatan diri sendiri serta orang-orang terkasih di atas segalanya.”
Yu Tano mendoakan para korban dan berharap situasi akan segera membaik. “Dari lubuk hati terdalam, saya berharap hari di mana Anda bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan tidur nyenyak akan segera tiba,” katanya.
Menurut Yu Tano, dirinya akan terus berusaha memberikan bantuan. “Meski upaya saya sederhana, saya akan terus memberikan dukungan apa pun yang saya bisa ke depannya,” tandasnya.
Namun, tindakan Yu Tano tidak sepenuhnya mendapat apresiasi positif. “Anda tidak perlu repot-repot menggembar-gemborkan hal seperti "Saya sudah berdonasi" atau semacamnya,” tulis salah satu warganet di kolom komentar unggahannya.
Bahkan, ada yang secara vulgar menyebut sumbangannya adalah uang haram. “Itu uang haram, tapi terima kasih,” komentar yang lain.
Yu Tano menanggapi komentar soal uang kotor itu dengan menulis, “Tidak ada alasan bagi kami untuk ditolak dukungannya hanya karena profesi kami. Donasi tetaplah donasi. Saya percaya hal terpenting adalah bantuan itu sampai kepada mereka yang membutuhkannya.”
Sejumlah warganet juga memberikan dukungannya dan membela Yu Tano. “Bahkan orang yang berpenghasilan lebih besar dari Tano-san pun belum tentu bisa menyumbang 3 juta—itu jumlah yang sangat besar. Saya sangat menghormati Anda. Jangan biarkan kata-kata orang yang tidak punya hati nurani atau moral melukai perasaan Anda,” kata salah satu netizen.
“Bukan hanya jumlahnya yang mengejutkan, tetapi semangat dan tekad Anda untuk berdonasi sungguh mengesankan. Saya sangat menghargainya,” imbuh yang lain.
“Saya tinggal di Kumamoto! Tano-san, terima kasih banyak atas donasi Anda yang sangat dermawan! Saya sendiri bukan korban bencana, tetapi jumlah uang dan bantuan logistik yang cukup besar yang Anda berikan demi Kumamoto sungguh membuat saya kagum! Uang yang Anda peroleh dengan kerja keras, serta ketulusan hati Anda—membuat air mata saya berlinang! Terima kasih banyak untuk Kumamoto! Bantuan ini pasti akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana dan warga Kumamoto!” tambah yang lain.
Masih banyak komentar dukungan untuk wanita itu yang meminta agar ia mengabaikan komentar buruk dan terus membantu korban bencana.