Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera. (Foto: Dok/Andri/E-Media Parlemen)

Bisa Bikin Sendiri Malah Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes Merah Putih, DPR Dukung Kadin Minta Batalkan

23 February 2026
Font +
Font -

UPdates—BUMN Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor 105 ribu kendaraan niaga dari India tahun ini.

You may also like : medsos freepikGerindra Usul 1 Orang 1 Akun Medsos, PKS Setuju, Aktor Fedi Nuril Menyentil

Agrinas berencana mengimpor ratusan ribu unit kendaraan itu untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Seperti diketahui, Agrinas merupakan pelaksana utama pembangunan Kopdes Merah Putih yang ditunjuk pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.

Impor tersebut terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama. Sebanyak 200 unit pikap Mahindra saat ini telah tiba di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana mengimpor 105 ribu unit kendaraan niaga itu.

Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera mendukung desakan Kadin tersebut. Lewat unggahan di akun X pribadinya, @MardaniAliSera, politikus PKS itu mengatakan industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan itu.

“Setuju dengan Kadin. Kalau pertimbangannya kemampuan produksi, industri otomotif Indonesia bahkan punya kapasitas produksi di atas 1 juta. Dengan penjualan dua tahun cuma 800 ribuan, industri otomotif dalam negeri siap dan yakin mampu memenuhi permintaan Agrinas yang cuma 105 ribuan kendaraan untuk Koperasi Desa,” tulisnya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Senin, 23 Februari 2026.

Ia lebih lanjut melontarkan kritik dan heran karena impor dilakukan saat Indonesia sedang menggencarkan perluasan lapangan pekerjaan.

“Membeli dari India bukannya malah memberi pekerjaan bagi mereka padahal kita sedang menggencarkan perluasan lapangan pekerjaan. Khususnya sektor manufaktur, bukan hanya driver ojek online,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin mengatakan impor ratusan ribu pikap dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) berpotensi melemahkan industri otomotif dalam negeri dan tidak menggerakkan perekonomian nasional.

"Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga," ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Februari 2026.

Saleh menegaskan, keputusan mengimpor mobil dari India tidak sejalan dengan visi dan program hilirisasi dan industrialisasi yang dijunjung pemerintahan Prabowo. Pasalnya, industri otomotif nasional sendiri sanggup menyediakan mobil yang dibutuhkan Kopdes Merah Putih.

"Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh," tegas Saleh.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >