
UPdates - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia untuk periode 16 hingga 22 Januari 2026.
You may also like :
Peringatan Dini BMKG, 7 Desember: Hari Ini Luwu, Lutra, Lutim, Palopo, Tana Toraja dan Torut Berisiko Banjir dan Longsor
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang tersebut berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
You might be interested :
Peringatan Dini BMKG Hari Ini, 15 September: Waspada Potensi Banjir dan Longsor di Luwu Utara Dan Enrekang
BMKG juga mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan di sejumlah wilayah mengalami peningkatan signifikan, terutama di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
"Kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer. Terutama pada skala regional," tulis BMKG dalam keterangan pers yang dilansir dari RRI, Sabtu, 17 Januari 2026.
Selain faktor atmosfer, adanya keberadaan sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat. Sirkulasi siklonik telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
Selain itu, terjadi pula penguatan monsun dingin Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut China Selatan. Hingga melintasi Selat Karimata, hingga mencapai Pulau Jawa.
Gabungan kedua faktor tersebut membentuk dan memperkuat daerah pertemuan angin (konvergensi) dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia. Khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
BMKG menambahkan, bahwa dalam sepekan kedepan pihaknya memperkirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global. Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air. Uap tersebut mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia," terangnya.