
UPdates—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, di tengah kondisi cuaca yang dapat berbeda antardaerah.
You may also like :
Ibu Kota Libya, Tripoli Lumpuh Total akibat Banjir
Hingga Minggu, 8 November 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia didominasi hujan ringan. Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai di Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
You might be interested :
Topan Dujuan dengan Angin 194 Km/jam, Jutaan Orang Diminta Mengungsi di Jepang
Potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, pada periode 9–12 November 2026, tingkat kewaspadaan meningkat di wilayah Sumatera. BMKG menetapkan status AWAS untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem di Sumatera Utara.
Status SIAGA untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Aceh dan Sumatera Barat. Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Papua Selatan.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
Memasuki masa peralihan menuju musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca mendadak, termasuk hujan deras dalam durasi singkat yang disertai angin kencang, kilat, dan petir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG, serta media sosial @infobmkg.
Masyarakat juga diimbau membersihkan saluran air, memeriksa kondisi pohon dan bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan tanah longsor, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal dan mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi.