
UPdates—Seorang bocah berusia 11 tahun menabrak sekelompok biksu yang sedang melakukan perjalanan ziarah di timur laut Thailand pada hari Kamis, menewaskan delapan orang.
You may also like :
400 Juta Orang Hadiri Kumbh Mela, Pertemuan Umat Manusia Terbesar di Dunia
Sebanyak 35 biksu dari provinsi Mukdahan, sekitar 600 kilometer timur laut ibu kota Bangkok, sedang melakukan perjalanan ziarah tersebut.
You might be interested :
Terekam Kamera, United Airlines Dengan 221 Penumpang Tabrak Truk saat akan Mendarat di Bandara Newark
Lima biksu tewas di tempat kejadian, sementara tiga lainnya meninggal di rumah sakit, menurut Gubernur Mukdahan Worrayan Boonnarat.
Empat belas lainnya dirawat di rumah sakit, dengan empat dalam kondisi kritis.
Kelompok tersebut memulai perjalanan sejauh 260 kilometer ke provinsi Ubon Ratchathani sekitar 30 menit sebelum kecelakaan.
Rekaman kamera keamanan yang dibagikan oleh kelompok penyelamat lokal, Ruam Jai Mukdahan Rescue Association, menunjukkan para biksu berjalan berbaris di pinggir jalan sebelum truk pikap yang dikemudian bocah itu menabrak mereka.
Polisi setempat mengatakan anak laki-laki itu sekarang berada dalam tahanan dan akan diinterogasi ketika petugas perlindungan anak negara tiba.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, tetapi polisi mengatakan mereka diberitahu oleh para biksu bahwa kendaraan itu berbelok sebelum tergelincir dari jalan dan menabrak kelompok tersebut.
"Saya melihat seorang anak laki-laki mengendarai truk pickup, mendekat. Pada saat itu saya sedang melafalkan 'Buddho, Buddho' (mantra meditasi)," kata seorang biksu, yang diidentifikasi sebagai Phra Sompong, dalam sebuah video yang diunggah online oleh petugas penyelamat setempat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CBS News, Kamis, 2 Juli 2026.
"Lalu tiba-tiba truk itu menabrak dengan kecepatan penuh dan menabrak kami seperti ini," katanya sambil mencontohkan kejadian tersebut.
Ia mengaku beruntung bisa selamat. “Untungnya, saya dan seorang biksu lainnya berhasil melompat menghindar tepat waktu," ujarnya.
Sembilan biksu pertama dalam barisan selamat. “Tetapi yang lain yang tertabrak terlempar ke udara," ungkapnya.
Rekaman CCTV dari properti terdekat menunjukkan para biksu berjalan di sepanjang jalan, beberapa kendaraan melintas, dan kemudian terdengar suara tabrakan keras.
Polisi mengatakan anak laki-laki itu telah mengambil truk pikap orang tuanya tanpa izin sebelum kehilangan kendali kendaraan dan menabrak para biksu.
"Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan tersebut telah dibawa untuk pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebabnya," kata Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, kepada wartawan.
Polisi telah meminta orang tua anak tersebut untuk datang ke kantor polisi. “Agar kami dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas perawatan anak tersebut, sehingga kami dapat melanjutkan proses hukum," jelasnya.
Prayut Ruanthongkam, kepala Kepolisian Kota Mukdahan, mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa anak tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.
Gubernur provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, mengatakan kasus ini harus menjadi peringatan yang lebih luas tentang keselamatan jalan raya.
Kecelakaan transportasi yang fatal sering terjadi di Thailand, yang memiliki salah satu catatan keselamatan jalan raya terburuk di dunia.
Pengemudi sering kali memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Penegakan hukum yang lemah sebagai faktor penyebabnya.
"Kami telah sangat ketat dalam hal keselamatan jalan raya dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bukan hanya untuk provinsi kami, tetapi untuk masyarakat umum dalam hal mencegah kecelakaan jalan raya," katanya.
"Saya pikir semua orang yang terlibat, terutama orang tua, perlu membantu, karena tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi," tandasnya.