UPdates—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan agar para elite politik lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan bersikap yang santun, sederhana, dan penuh kepedulian.
You may also like : Muhammadiyah Tetapkan 1 Maret Awal Ramadan 1446 H, Idul Fitri 30 Maret, dan Idul Adha 6 Juni
Selain itu, PP Muhammadiyah meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan dalam menyikapi persoalan bangsa.
You might be interested : Jakarta Mencekam, Chaos Meluas ke Solo, Bandung, DIY, hingga Surabaya
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam keterangan resminya, Sabtu, 30 Agustus 2025 menekankan pentingnya keteladanan dari para pemimpin negeri, elite politik, pejabat negara, dan utamanya anggota legislatif.
Menurutnya, semua pihak hendaknya mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera.
Dengan begitu banyak chaos dan pengrusakan yang terjadi di seluruh Indonesia, ia mengajak untuk bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi.
"Kami meminta para elite politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat," kata Haedar sebagaimana dilansir keidenesia.tv pada 30 Agustus 2025.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menetapkan status siaga satu selama aksi demonstrasi massa yang berlangsung sejak Jumat, 29 Agustus 2025.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes (Pol) Hendra Rochmawan menyebut, beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) relatif kondusif. Akan tetapi ia mengakui bahwa beberapa titik masih marak dengan aksi unjuk rasa, terutama yang dilakukan kalangan mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol).
Polda Jabar terus memantau situasi aksi demonstrasi dan telah diperintahkan Mabes Polri untuk bersiaga.
Kapolda Jabar Irjen (Pol) Rudi Setiawan telah mengirimkan surat telegram kepada seluruh polres. Ditegaskannya kepada semua anggota, seluruh Jabar saat ini berstatus keamanan siaga satu.
Dengan perintah ini, seluruh personel polres dan polda berada di markas komandan. Mereka semuanya siaga memantau perkembangan situasi.
Di Solo, pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai 30 Agustus hingga 5 September 2025.
Keputusan ini diambil menyusul aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di beberapa titik kota hingga pembakaran Gedung DPRD Solo pada Jumat, 29 Agustus 2025.
“Banyak pertimbangan yang mendasari keputusan ini. Status tanggap darurat berlaku tujuh hari dan BPBD menjadi koordinator dalam pelaksanaannya,” kata Wali Kota Solo, Respati Ardi sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari Inilahjateng, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Menurut Respati, penetapan status darurat tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan, melainkan sebagai dasar administratif agar penanganan berjalan lebih efektif.
“Warga tidak perlu khawatir. Status ini semata-mata untuk kebutuhan administrasi dan mempercepat koordinasi,” ujarnya.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sementara itu menilai situasi keamanan di provinsi ini sudah kondusif setelah kericuhan dan aksi massa di Mapolda DIY, Jumat kemarin.
"Saya kira enggak ada masalah, sudah. Saya kira harapan saya (kericuhan) sudah selesai, ya," kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Sultan berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali jika muncul aksi-aksi berikutnya. Ia mengatakan aspirasi masyarakat tetap bisa disalurkan tanpa menimbulkan gesekan.
Raja Keraton Yogyakarta ini juga menegaskan bahwa pimpinan daerah juga perlu mengambil peran dengan memberikan sosialisasi dan sikap yang menumbuhkan empati kepada masyarakat.
"Bagaimana sebaiknya, pimpinan-pimpinan daerah ini bisa memberikan sosialisasi atau punya sikap-sikap yang memang 'adu rasa' (empati), tidak sekadar apa yang dia pikirkan, tapi apa yang harus dia rasakan. Saya kira itu jauh lebih baik," tutur Sultan.
Aktivitas di berbagai pusat kegiatan masyarakat di kota gudeg hari ini berjalan normal, termasuk arus lalu lintas di Ring Road Utara depan Mapolda DIY yang sempat dipadati massa aksi terpantau lancar.