Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (Foto via anews)

China Ingatkan Rencana Pertahanan Rudal AS Berisiko Memiliterisasi Luar Angkasa

21 May 2025
Font +
Font -

UPdates—China pada hari Rabu memperingatkan bahwa sistem pertahanan rudal "Kubah Emas" yang diusulkan Amerika Serikat akan melanggar prinsip penggunaan luar angkasa secara damai.

You may also like : katak freepikMakan 8 Katak Hidup untuk Obati Sakit Punggung, Wanita di China Langsung Lumpuh dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain itu, rencana tersebut menimbulkan ancaman terhadap stabilitas strategis global. Itu menurut Global Times yang berbasis di Beijing.

You might be interested : captureMulai Berlaku 9 Juni, Ini Daftar 12 Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS

Tanggapan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa meluncurkan rencana pertahanan rudal baru, yang diperkirakan menelan biaya $175 miliar, dengan fokus pada pembangunan kemampuan intersepsi orbital.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan sistem itu akan secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur (AS) di luar angkasa.

"Hal itu membawa implikasi ofensif yang jelas, melanggar prinsip penggunaan ruang angkasa secara damai sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Luar Angkasa (1967)," kata Mao kepada wartawan di Beijing sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari anews, Rabu, 21 Mei 2025.

"Dan akan meningkatkan risiko militerisasi ruang angkasa dan perlombaan senjata, yang akan merusak kerangka kerja keamanan internasional dan pengendalian senjata," lanjutnya.

Ia mengatakan proyek tersebut mengancam keseimbangan strategis global.

"Kami mendesak AS untuk menghentikan pengembangan dan penyebaran sistem pertahanan rudal global dan mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kepercayaan strategis bersama di antara negara-negara besar dan menjaga stabilitas strategis global," ujarnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >