
UPdates—Dugaan kebocoran data pribadi kembali mencuat dengan munculnya unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif milik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang diklaim diperjualbelikan di ruang dark web.
You may also like :
Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR RI: Potret Buram Dunia Pendidikan Nasional
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyebut ini sangat berbahaya dan mengingatkan secara tegas agar pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti indikasi kebocoran data tersebut.
You might be interested :
Menteri Dikti Saintek Satryo Brodjonegoro Didemo Pegawainya, Istri Ikut Terseret
"Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDIKTI juga seperti itu, ini berbahaya," kata Fikri dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto di Ruang Rapat Komisi X Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website DPR RI.
Politikus PKS itu pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. "Atau mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul, dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Togar Mangihut Simatupang mengakui kebocoran data seperti itu memang sangat berbahaya.
Makanya, ia berjanji akan meningkatkan kinerja Kemendikti Saintek, satu di antara terkait urusan keamanan siber.
"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDIKTI mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak, ini akan kami formulasikan," tanggap Togar.
Ia menegaskan mengetahui adanya data-data pribadi lain yang bocor ke dark web. Makanya, pihaknya berusaha mencegah isu ini terjadi.
"Perlindungan data pribadi dan di sini akan kami sampaikan berkaitan dengan cyber security-nya secara khusus mungkin," pungkasnya.