
UPdates—Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa, 20 Oktober 2026.
You may also like :
Demo “Indonesia Sekarat” Tuntut Turunkan Harga BBM dan Hentikan Program MBG Dibubarkan Paksa
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Yatalathof Imawan mengatakan, mereka akan menggelar aksi di sekitar Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih, dan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
You might be interested :
5.369 Personel Gabungan Berjaga di DPR RI, BEM SI Batalkan Demo
Athof mengatakan, aksi ini akan dilakukan bersama mahasiswa dari universitas lain serta koalisi masyarakat sipil.
Menurut Athof mereka sengaja menggelar demo pada 20 Oktober 2026 karena bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia menegaskan, masyarakat sipil sudah sangat kecewa dengan kondisi saat ini. Makanya, demo besok bukan sekadar untuk menuntut evaluasi terhadap pemerintahan.
"Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa di evaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan. Kedaulatan rakyat direbut oleh penguasa dapat dilihat dari segala ironi dan penindasan di berbagai daerah. Jadi kita bergerak atas dasar ingin rakyat berdaulat juga," kata Athof sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com.
Sejumlah koalisi masyarakat sipil sudah mengunggah konten di akun media sosial mereka yang mengindikasikan rencana untuk turut menggelar aksi pada Selasa besok.
Salah satunya adalah Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), yang mengunggah kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir.
Berbagai elemen mahasiswa dari 9 kampus dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) juga akan turun ke jalan.
Selain itu, Serikat Tahanan Politik kembali mengunggah poster bergambar burung Garuda dengan latar belakang biru dan tulisan "Peringatan Darurat".
Merespons rencana aksi ini, Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Merdeka, Monas, Bundaran HI, hingga Gedung DPR/MPR RI berpotensi mengalami kepadatan dan pengalihan arus selama aksi berlangsung.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Firman Darmansyah, mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Pengguna jalan diimbau mengantisipasi kepadatan dan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari perlambatan perjalanan.