
UPdates—Momen lamaran romantis sepasang kekasih muda di Metropolitan Museum of Art (Met), New York, AS, rusak akibat ulah satpam yang merusak suasana.
You may also like :
Pisang yang Ditempel di Dinding Terjual Rp98 Miliar di Lelang Seni
Satpam menyela dan memerintahkan calon pengantin pria—yang saat itu sedang berlutut—untuk berdiri.
Video kejadian itu viral dengan satpam banjir kecaman dari warganet yang menganggapnya merusak momen sekali seumur hidup.
Lina, yang mengaku sebagai seorang pengacara, sedang berdiri dengan bahagia bersama kekasihnya di depan area kaca patri museum ternama di New York tersebut ketika sang kekasih melamarnya.
Sebagaimana rekaman yang ia unggah di Instagram @ livinwithlina_ pekan lalu, saat Lina hendak mengambil cincin dari kotaknya, satpam tersebut datang menghampiri dan merusak momen istimewa mereka.
"Dia bersikap kasar dan merendahkan, serta menyuruh kami untuk bangun. Saya sangat kecewa karena momen lamaran saya jadi rusak," ujar Lina dengan kesal sebagaimana dilansir dari New York Post, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut Lina, sosok yang bertindak seolah-olah sebagai "polisi asmara" itu menyebutkan adanya aturan—yang sebenarnya tidak ada—bahwa lamaran pernikahan dilarang dilakukan di museum seni terkemuka tersebut.
"Diawali dengan mengatakan bahwa lamaran tidak diperbolehkan (padahal sebenarnya boleh) dan meminta teman saya untuk berhenti merekam," tulis Lina dalam unggahannya.
Ia mendeskripsikan rekaman tersebut dengan kalimat: "Saat seorang satpam yang bersikap seperti incel mencoba merusak momen lamaranmu, tapi tak apa-apa karena aku akan menikahi cinta dalam hidupku."
Ia mengatakan bahwa tunangannya—yang tidak disebutkan namanya—mengalami berbagai macam emosi saat gangguan tak terduga itu terjadi, dan mereka kemudian pergi ke Shake Shack untuk menenangkan diri.
Banyak orang merasa geram dengan ulah pengganggu momen lamaran tersebut.
"Jujur saja, saya heran dengan kejadian di @metmuseum. Satpam itu seharusnya bisa membiarkan momen tersebut berlangsung, lalu menjelaskan kebijakan museum secara pribadi setelahnya," komentar salah seorang warganet.
"Saya paham pentingnya aturan, kebijakan, dan menjalankan tugas. Namun, kebijaksanaan juga penting. Menyela dan berpotensi merusak momen sekali seumur hidup demi menegakkan aturan hanya akan memperburuk hubungan masyarakat dengan orang-orang yang memegang posisi tersebut," kecam yang lain.
Warganet lain menambahkan bahwa ada ratusan unggahan orang yang melamar di Met dalam 5 tahun terakhir ini. "Saya harap karyawan tersebut telah ditindaklanjuti," tulis netizen ketiga.
Terlepas dari gangguan tersebut, pasangan itu—warga asli New York yang bertemu di museum tersebut beberapa tahun lalu—tetap berencana untuk menikah, ujar Lina, yang tidak menyebutkan nama belakangnya.
"Tentu saja nasib sial bagi saya bahwa orang seperti itu sedang merasa berkuasa pada hari itu dan mencoba merusak momen sekali seumur hidup," ujarnya.
Pihak The Met tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Post pada hari Jumat.