Tangkapan layar barang dan serpihan yang diduga dari pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. (Foto: X)

Disewa Kementerian KKP, Dipiloti Direktur Operasi PT IAT, 11 Orang di Pesawat ATR 42-500 Masih Dicari

17 January 2026
Font +
Font -

UPdates—Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (PT IAT) dengan registrasi PK-THT hilang kontak di jalur terakhir menuju Makassar, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat nahas itu berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Komunikasi terputus pada pukul 13.17 Wita, tepat saat pesawat memasuki fase pendekatan pendaratan.

You might be interested : atr bulusaraungPesawat ATR 42-500 Dilaporkan Ditemukan di Gunung Bulusaraung Pangkep

Kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnamasari mengatakan, pesawat berusia 25 tahun dengan nomor seri 611 tersebut dipiloti Kapten Andy Dahananto.

Andy merupakan Direktur Operasi PT IAT. Jabatan itu diembannya sejak 19 Juni 2019. Pria kelahiran 1967 itu merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987 dan memulai kariernya pada 1988 di perusahaan sebagai Pilot Fix Wing hingga saat ini.

Sebanyak 11 orang berada dalam penerbangan tersebut. Delapan di antaranya adalah kru. Selain Kapten Andy Dahananto, kru lainnya yakni First Officer, Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Tiga penumpang yang ikut dalam penerbangan itu yakni Deden, Ferry, dan Yoga. Ketiga penumpang ini merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini dikonfirmasi oleh Staf Khusus Menteri KP Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto.

Berdasarkan kronologi resmi, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center sempat mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21. Akan tetapi, pesawat teridentifikasi berada di luar jalur pendekatan yang seharusnya.

Sejumlah instruksi koreksi posisi disampaikan ATC, sebelum akhirnya komunikasi dengan pesawat benar-benar terputus. Situasi itu memaksa ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA, tanda bahaya tertinggi dalam prosedur penerbangan sipil.

Titik hilang kontak diperkirakan berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung–Leang-leang, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan. Daerah itu dikenal dengan kontur karst yang terjal, hutan lebat, serta cuaca yang kerap berubah cepat.

Informasi awal menyebut jarak pandang saat kejadian sekitar delapan kilometer, dengan kondisi cuaca sedikit berawan.

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebutkan titik duga hilang kontak mengarah ke kawasan Bantimurung dan sekitarnya, termasuk wilayah pegunungan karst Maros–Pangkep.

Saat ini, Posko SAR gabungan telah didirikan di Bantimurung untuk memudahkan koordinasi operasi pencarian pesawat tersebut berikut 11 orang yang ada di dalamnya.

Basarnas mengerahkan sedikitnya 15 personel dengan dukungan kendaraan taktis dan drone dalam upaya pencarian hari ini. Sayangnya, cuaca yang buruk mengganggu saat dilakukan upaya pencarian dengan drone.

Sekitar 20 personel tambahan dari Basarnas serta 22 personel Yon Parako 473 Kopasgat juga sudah menuju lokasi.

Dalam rangka mendukung pencarian dan kemungkinan evakuasi, TNI AU menyiapkan helikopter Caracal.

Helikopter dengan call sign AI-7301 direncanakan bergerak dari Lanud Hasanuddin dengan rute HND–SAS Area–HND.

Sebelumnya, beredar video dari kawasan Puncak Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep yang memperlihatkan temuan serpihan diduga bagian pesawat yang masih dalam proses verifikasi tim.

Selain video itu, juga beredar gambar yang menunjukkan titik api yang diklaim sebagai posisi pesawat yang berada di antara pepohonan lebat.

Sementara itu, ATR dalam pernyataan resmi mereka yang dilansir Keidenesia.tv dari akun X-nya, @ATRaircraft menegaskan akan mendukung proses investigasi kecelakaan ini.

“ATR telah diberitahu bahwa terjadi kecelakaan di Indonesia yang melibatkan ATR 42-500. Pikiran pertama kami tertuju kepada semua individu yang terkena dampak kecelakaan tersebut. Para spesialis ATR sepenuhnya terlibat untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan operator,” demikian pernyataan ATR.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Bertrand Russell

“Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa.”
Load More >