
UPdates - Biaya haji tahun 2027 berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
"Saya kira tidak turun. Kemungkinan naik kalau cara menghitungnya seperti tahun lalu. Cara perumusan untuk menetapkan anggaran itu, item-item yang dihitung itu, kalau seperti itu caranya, masih, saya kira naik," kata Marwan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026 yang dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia.
Namun, Marwan mengatakan DPR masih akan menunggu usulan biaya dari pemerintah. Ia menyebut, Komisi VIII memahami jika nantinya usul biaya dari pemerintah naik dibanding tahun ini
Menurut Marwan, ada sejumlah faktor yang memicu kenaikan haji, salah satunya kurs mata uang rupiah terhadap dolar.
"Kalau mereka mengusulkan di atas tahun lalu, Komisi 8 memahami itu karena, satu, berdasarkan kurs perbedaan mata uang kita yang sangat jomplang. Kemudian kenaikan harga-harga juga di Saudi, ditambah pajak," ujarnya.
Meski demikian Marwan juga mengingatkan bahwa biaya haji tahun depan bisa saja sama dengan tahun ini, namun, harus ada pola perumusan baru untuk menghitung biayanya.
Ia mengatakan pemerintah harus mampu meyakinkan pihak Saudi dalam penyelenggarannya.
"Pola barunya tergantung kemampuan Menteri Haji untuk meyakinkan pihak-pihak di Saudi dalam penyelenggaraan. Tapi kalau normal cara menghitung selama pembahasan kita di Panja, Panja BPIH, kayaknya berat. Kalau pun turun ya nanti pelayanan yang turun, pelayanannya turun.
Umpamanya makannya semakin kurang menarik, tidak rasa nusantara gitu. Itu kan enggak mungkin, enggak mungkin terjadi," katanya.