
UPdates—Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit militer elite Iran mengumumkan peluncuran rudal dengan hulu ledak 2 ton dalam fase terakhir Operasi Janji Sejati 4 melawan Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah.
You may also like :
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Iran, 516 Orang Terluka
"Pada fase ke-37 Operasi Janji Sejati 4, kami menyerang posisi AS dengan hulu ledak 2 ton (menggunakan) rudal Khorramshahr 4 yang baru," demikian pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Iran sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari News.am, Rabu, 11 Maret 2026.
You might be interested :
Iran Rilis Foto Pilot F-15 AS yang Mereka Klaim Ditembak Jatuh, IRGC: 40 Tewas di Haifa
IRGC juga mengumumkan dimulainya fase terbesar operasi melawan Israel dan AS. Mereka mengatakan, saat ini IRGC melakukan transisi ke tahap permusuhan paling intens dan sulit sejak konflik dimulai.
Pada Rabu malam waktu setempat, pasukan Iran meluncurkan rentetan besar rudal balistik jarak jauh, Khorramshahr, yang menargetkan fasilitas di Israel dan pangkalan militer Amerika di wilayah tersebut.
Komando IRGC menekankan bahwa tujuan operasi adalah penyerahan total musuh, dan serangan akan berlanjut hingga ancaman terhadap integritas teritorial Iran akhirnya dihilangkan.
“Kami akan melanjutkan serangan konstan kami dengan tujuan dan kekuatan. Perang hanya akan berakhir ketika bayangan ancaman menghilang dari negara kami, dan musuh dipaksa untuk menyerah,” demikian pernyataan resmi IRGC, yang diterbitkan oleh penyiar negara IRIB.
Sebelumnya, Komandan IRGC, Hossein Majid menegaskan kepada media Iran Mousavi bahwa Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Middle East Monitor melaporkan, Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.
Menanggapi eskalasi yang makin meningkat, Menteri Perang AS, Pete Hegseth menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menghentikan kampanye militernya sampai musuh dikalahkan secara telak.
Menurutnya, Pentagon akan bertindak sesuai jadwalnya sendiri, yang mencakup serangan terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan strategis di Iran dengan kekuatan maksimal.
Di tengah pernyataan ini, pasukan Amerika di wilayah tersebut telah ditempatkan pada siaga tertinggi untuk mencegat gelombang serangan rudal baru.
Sementara itu, pada Rabu pagi, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Israel tengah karena ancaman serangan balistik dari arah Iran.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi pengoperasian sistem pertahanan udara dan mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan malam itu, tetapi para ahli militer mencatat intensitas tembakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Teheran.