Presiden RI, Prabowo Subianto (foto:BPMI Setpres/Rusman)

Gabung Board of Peace Trump Picu Debat, Kiai Cholil Nafis: Baiknya Pak Prabowo Menarik Diri

28 January 2026
Font +
Font -

UPdates—Keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung di Board of Peace bentukan Donald Trump memicu perdebatan dan sorotan publik.

You may also like : trump igSebut Dirinya akan Kalah di Pilpres Amerika, Trump Gugat Surat Kabar dan Tim Survei

Badan internasional yang bertugas memantau proses stabilisasi serta upaya rehabilitasi, terutama di Gaza itu disorot publik lantaran tidak melibatkan perwakilan Palestina di dalamnya.

You might be interested : gaza tewas anadoluKorban Tewas akibat Genosida di Gaza Tembus 45.028, Terluka 106.962 Orang

Pemikir Islam terkemuka Indonesia, KH. Muhammad Cholil Nafis dengan tegas meminta Prabowo menarik diri dari badan tersebut. Wakil Ketua Umum MUI Pusat 2025-2030 itu menilai Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Pelestina.

Alasannya, Trump melibatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang menurutnya sudah jelas merupakan penjajah dan tidak ada wakil negara Palestina.

“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri aja,” tulis Kiai Cholil Nafis dalam unggahan di X, Rabu, 28 Januari 2026 sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Dosen UIN Jakarta dan Universitas Indonesia itu dalam unggahan terpisah menanggapi komentar cuitannya menegaskan bahwa misi badan itu lebih condong pada pengosongan dan penguasaan bumi Gaza bersama penjajahnya.

“Sementara orang setempat ditinggal tak ada dlm pembangunan itu.  Perdamaian itu paralel dg keadilan,” tegas Rais Syuriyah PB NU 2022-2027 itu.

Tokoh Muslim terkemuka asal Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali juga pedas mengeritik dalam unggahan di akun X pribadinya, @ShamsiAli2.

“Bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian Trump (Board of Peace) bersama Israel tanpa Palestina, menjadikan Indonesia sekubu dengan penjajah dan berseberangan dengan Palestine. Tentu ini bentuk “shame on Indonesia!” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjelaskan, bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace menunjukkan komitmen aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global, khususnya mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilisasi dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza, khususnya di Palestina,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss dilansir dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Dijelaskan Sugiono, sejak awal Indonesia sudah terlibat dan konsisten menyuarakan pentingnya perdamaian Palestina.

Makanya, ketika piagam pembentukan Dewan Perdamaian ditandatangani dalam proses yang relatif cepat, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia harus berada di dalamnya.

Alasan utama bergabungnya Indonesia kata Sugiono adalah agar bisa ikut mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Menurutnya, kehadiran Indonesia penting untuk memberi masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil bersifat nyata dan berkelanjutan yang pada akhirnya mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua Negara.

Dewan Perdamaian tegas dia menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian dibandingkan sekadar pernyataan atau kecaman.

Ia pun menjamin Indonesia akan memanfaatkan keanggotaannya untuk memastikan proses tersebut berjalan sesuai prinsip keadilan dan stabilitas internasional.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

ga warren buffett 20210203 0001

Warren Buffett

"Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan berharap dari orang-orang murahan."
Load More >