
UPdates—Ketika seorang warga setempat mengetahui bahwa sekolah-sekolah di wilayah (county) yang sangat kaya di California Utara itu menempati peringkat terbawah dalam hal pendanaan negara bagian, ia turun tangan untuk membawa perubahan.
You may also like :
Gaji Guru akan Naik, Segini Idealnya Menurut DPR yang Minta Honorer tak Diabaikan
Maja Kristin meminta Distrik Sekolah Ross Valley untuk mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh 100 guru dari sekolah-sekolah tingkat K-8 (TK hingga kelas 8) di wilayah tersebut, dengan instruksi khusus agar mereka tidak diberitahu mengenai alasan pertemuan itu.
You might be interested :
Ukraina dalam Masalah Besar, Amerika Serikat Putuskan Hentikan Pengiriman Senjata
Saat berkumpul di ruang pertemuan pada tanggal 13 Agustus, Kristin menjelaskan bahwa ia telah mengetahui fakta bahwa para guru di sana menerima bayaran paling rendah dibandingkan kelompok guru serupa lainnya di Marin County yang makmur.
Marin merupakan salah satu wilayah dengan tingkat pendapatan tertinggi di Amerika Serikat—baik dari segi pendapatan per kapita maupun pendapatan rumah tangga median—dan terletak di seberang Jembatan Golden Gate dari San Francisco.
Meskipun demikian, dan terlepas dari nilai properti yang sangat tinggi, Ross Valley justru berada di persentil 20 terbawah dalam hal pendanaan sekolah dari negara bagian.
Untuk menutupi kesenjangan tersebut, Kristin meminta sejumlah kepala sekolah di distrik itu untuk membagikan amplop yang kemudian diminta untuk dibuka oleh para guru.
"Sebagai warga negara, kita bisa menulis cek secara langsung," ujar Kristin kepada hadirin, yang kemudian mendapati bahwa cek tersebut—yang ditujukan atas nama mereka masing-masing—bernilai $9.161,70 atau sekitar Rp162,8 juta.
Bonus tersebut merupakan bagian dari donasi senilai $1 juta Rp17,7 miliar) untuk distrik sekolah itu.
KRON 4, sebuah saluran berita lokal, turut hadir di ruangan saat para guru melihat cek mereka, merekam reaksi mereka, dan mewawancarai mereka setelahnya.
"Ini sungguh mengubah hidup," kata salah seorang guru, Sydney Dean sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Good News Network, Jumat, 21 Agustus 2026.
Guru lainnya, Amber Bunnell-Wild menambahkan, "Sepertinya saya belum pernah menerima hadiah seindah ini dari seseorang yang bahkan tidak saya kenal atau yang anaknya belum pernah saya ajar."