
UPdates—Sebuah upacara pernikahan berubah menjadi kekacauan besar setelah keluarga mempelai wanita dan pria terlibat dalam perkelahian massal.
You may also like :
Pesawat Air India dengan 244 Penumpang Jatuh dan Meledak
Semua bermula dari keluhan tentang kurangnya rasgullas, penganan tradisional India yang terbuat dari keju yang biasanya disajikan sebagai makanan penutup.
You might be interested :
Jelang HUT ke-80 RI, Viral Bidan Berenang Seberangi Sungai Demi Obati Pasien, Ini Pernyataan Tegas Ketua DPR Puan Maharani
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di salah satu hotel di Bodh Gaya, Bihar, India pada 30 November 2025 lalu. Kejadian ini terekam CCTV dan viral di media sosial.
Dalam rekaman CCTV yang dipantau Keidenesia.tv di X, Rabu, 10 Desember 2025, kedua belah pihak terlihat saling melempar kursi, saling pukul, dan saling dorong.
Perselisihan bermula ketika kerabat dari pihak pengantin wanita mengeluh bahwa rasgulla telah habis di konter prasmanan. Mendengar keluhan mereka, keluarga pengantin pria tersinggung.
Sumber-sumber mengatakan bahwa kedua mempelai sedang dalam perjalanan menuju mandap untuk melakukan saat pheras—ritual penting Hindu di mana pasangan tersebut berputar mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali—ketika perselisihan terjadi dan meningkat menjadi perkelahian besar-besaran.
Suresh Prasad, ayah pengantin wanita, menjelaskan bahwa ketegangan meningkat ketika pihak pengantin pria mulai menuntut mahar tambahan selama ritual pernikahan.
Ia mengklaim bahwa keluarga mempelai pria menuntut tambahan 200.000 rupee atau sekitar Rp37 juta sebagai mahar dan mulai memukuli keluarga mempelai wanita setelah mereka menolaknya.
"Setelah ini, pihak pengantin pria mulai memukuli kami, melukai beberapa orang dari pihak kami. Kami telah mengajukan pengaduan ke kantor polisi Bodh Gaya," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Rabu, 10 Desember 2025.
Ayah pengantin pria, Mahendra Prasad mengklarifikasi bahwa perkelahian itu dimulai karena kekurangan rasgulla, bukan mahar. "Perselisihan tentang rasgulla meningkat hingga pihak pengantin wanita membatalkan pernikahan," kata Mahendra.
"Mereka mengklaim tuntutan mahar tambahan, yang mana itu tidak benar. Kami masih ingin putra kami menikahi gadis yang sama, tetapi pihak pengantin wanita menolak," lanjutnya.
Ibu pengantin pria, Munni Devi, juga menuduh keluarga pengantin wanita mengambil perhiasan yang dibawanya sebagai hadiah saat perkelahian.
Munni Devi juga mengatakan bahwa pihak pengantin pria telah menanggung biaya pemesanan hotel.
Polisi mengonfirmasi beberapa orang dari kedua belah pihak terluka dalam perkelahian tersebut. Polisi juga mengatakan bahwa keluarga mempelai wanita melaporkan kasus mas kawin setelah pernikahan dibatalkan karena perkelahian tersebut.