
UPdates—Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membantah klaim di media sosial yang menyatakan bahwa ia telah terbunuh dalam serangan balasan Iran.
You may also like :
Amerika Beri Israel Waktu 1 Minggu Akhiri Perang, Terlalu Remehkan Iran dan Dampak Perang
Bantahan itu muncul setelah seorang koresponden Anadolu bertanya kepada kantor tersebut apakah mereka memiliki pernyataan tentang meningkatnya klaim di media sosial bahwa Netanyahu telah dibunuh.
You might be interested :
Netanyahu akan Temui Trump, Minta Batasi Rudal Iran saat Negosiasi Berlanjut
"Ini berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," jawab kantor tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Turkiye Today, Minggu, 15 Maret 2026.
Mengapa rumor "Netanyahu tewas" menyebar?
Kabar tewasnya Netanyahu semakin intensif setelah laporan bahwa Perdana Menteri Netanyahu tidak menghadiri pertemuan 'Dewan Perang' yang diadakan selama konflik yang sedang berlangsung dengan Iran pada hari Sabtu.
Lebih lanjut, klaim tersebut semakin menguat setelah Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa unggahan media sosial yang belum diverifikasi menuduh Iran telah menyerang kediaman Netanyahu, menewaskan saudara laki-lakinya dan melukai Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.
Media tersebut juga mengutip komentar serupa dari Scott Ritter, mantan perwira intelijen AS dan inspektur senjata PBB.
Selain itu, klaim video AI mempercepat penyebaran rumor. Spekulasi meningkat setelah pengguna media sosial meneliti video Netanyahu baru-baru ini, mengklaim bahwa ia tampak memiliki enam jari.
Ketegangan regional meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta aset militer AS di negara-negara Teluk.
Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei kemudian terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi baru pekan lalu.