Tim nasional Senegal saat parade di Dakar, Senegal usai menyabet gelar juara AFCON 2025 pada 20 Januari 2026. (foto:Dok.Cem Ozdel/AnadoluAgency)

Gelar Juara Senegal Dibatalkan, Maroko yang Jadi Juara Piala Afrika 2025

18 March 2026
Font +
Font -

UPdates - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara resmi menerima banding yang diajukan oleh pihak Maroko dan memutuskan untuk membatalkan kemenangan Senegal di final Piala Afrika (AFCON) 2025 yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, pada 18 Januari 2026 lalu.

CAF kemudian menyatakan bahwa Maroko sebagai juara Piala Afrika 2025. Keputusan tersebut diumumkan oleh Dewan Banding CAF pada Rabu, 18 Maret 2026.

Senegal dinilai kalah (forfeit) sehingga kemenangan 1-0 Senegal berubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.

Sebelumnya, final Piala Afrika 2025 diwarnai insiden kontroversial jelang akhir pertandingan.

Para pemain Senegal meninggalkan lapangan selama 15 menit pada masa tambahan waktu setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko.

Setelah laga dilanjutkan, eksekusi penalti pemain Maroko, Brahim Díaz, berhasil digagalkan kiper Senegal, Édouard Mendy.

Senegal kemudian mencetak gol kemenangan pada babak tambahan waktu.

Dalam sidang disiplin awal, CAF menjatuhkan denda besar kepada kedua tim. Namun, hasil pertandingan saat itu tetap tidak diubah.

Kasus ini kemudian dibawa ke tingkat banding oleh pihak Maroko. Putusan baru akhirnya membatalkan kemenangan Senegal secara resmi.

Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) menyatakan pengajuan banding tersebut murni dilakukan demi menegakkan regulasi kompetisi. Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan tertulis FRMF, Rabu, 18 Maret 2026.

“Pendekatan tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk mempertanyakan performa olahraga tim-tim peserta, melainkan semata-mata untuk meminta penerapan regulasi kompetisi. Federasi menegaskan komitmennya untuk menghormati aturan, memastikan kejelasan kompetisi, serta menjaga stabilitas ajang sepak bola Afrika,” kata FRMF, sebagaimana yang dilansir Keidenesia.TV dari RRI.

FRMF juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara yang berpartisipasi dalam edisi AFCON yang diselenggarakan di Maroko tersebut. Mereka menilai ajang ini menjadi momen penting bagi perkembangan sepak bola Afrika.

Sementara itu, CAF menjelaskan keputusan yang diambil merujuk pada Pasal 82 regulasi turnamen. Aturan tersebut menganggap tim yang meninggalkan laga tanpa izin wasit sebelum pertandingan berakhir dinyatakan tersingkir dari kompetisi.

Putusan ini memberi Maroko gelar AFCON pertama sejak 1976. Sementara Senegal gagal menambah koleksi trofi keduanya dalam tiga edisi terakhir.

Senegal masih berpeluang mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, Swiss. Namun, proses tersebut diperkirakan dapat memakan waktu hingga satu tahun.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >