
UPdates - Pemerintah Kota Makassar, akan menggelar Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah/2026 di kawasan pesisir Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, pada Jumat, 28 Agustus 2026 malam.
Maulid Akbar Pesisir Makassar ini akan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Das’ad Latif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh jajaran SKPD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, untuk ikut hadir dan mengambil bagian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
You might be interested :
Mesin Perahu Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar, 8 Orang Luka Berat
"Tanggal 28 kita Maulid di Paotere. Dari pesisir Makassar, kita hadirkan doa dan keberkahan untuk kota yang kita cintai," jelas Munafri, dikutip Keidenesia.TV dari laman Pemkot Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia secara khusus meminta para camat dan lurah untuk hadir bersama masyarakat. Kehadiran perangkat kewilayahan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan berlangsung lebih semarak sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan warga.
"Kami mengajak camat dan lurah hadir. Di situ saja sama-sama datang. Lalu RT/RW di kecamatan Ujung Tanah, juga kita ajak hadir, supaya lebih meriah," kata Munafri.
Pemkot Makassar juga tengah melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di kawasan pesisir tersebut.
Salah satu persiapan yang dilakukan yakni melibatkan perahu-perahu nelayan agar turut mengambil bagian dalam kemeriahan Maulid Akbar.
Munafri menyebut, koordinasi dengan DP2 telah dilakukan untuk mempersiapkan keterlibatan perahu nelayan dalam rangkaian kegiatan.
Keterlibatan masyarakat pesisir tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana Maulid yang dekat dengan karakter dan kehidupan masyarakat Paotere.
"Sekarang panitia sudah koordinasi sama DP2 untuk siapkan perahu nelayan. Ada juga yang bersiap-siap ikut ambil andil dalam acara Pemkot," ungkapnya.
Pemilihan kawasan Paotere sebagai lokasi Maulid Akbar Pesisir Makassar juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadirkan kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat, khususnya kawasan pesisir yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu sentra aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Kota Makassar.