
UPdates—Gempa bumi di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026 membuat panik warga.
You may also like :
Gempa Besar Magnitudo 6,8 Guncang Tanimbar Maluku pada Selasa Malam
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sempat terjadi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
You might be interested :
Kebakaran Panti Jompo Manado, 16 Tewas, Polisi Buka Posko DVI Ante Mortem
Hasil observasi permukaan air laut oleh BMKG, tsunami terdeteksi di Halmahera Barat pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,3 meter. Kemudian Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian tsunami 0,2 meter, Minahasa Utara pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter, dan di Belang pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian 0,68 meter.
Dalam pengumuman pertamanya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut tsunami berpotensi hingga 3 meter.
“Hasil permodelan menunjukan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung dengan status siaga, dengan ketinggian tsunami diperkirakan 0,5 hingga 3 meter,” kata Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers daring di Jakarta sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.
Pada pukul 09.56 WIB, BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami.
"Peringatan dini tsunami secara resmi telah dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB," ujar Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers.
Sebelumnya, Faisal mengungkapkan pemicu gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung dengan kedalaman 33 km itu, akibat aktivitas lempeng Laut Maluku.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi, yaitu akibat aktivitas subduksi Laut Maluku,” kata Faisal.
Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng mengatakan gempa ini menyebabkan dua korban di Manado.
"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya kepada wartawan di Manado, Kamis, 2 April 2026.
Korban meninggal dilaporkan bernama Deice Lahia (69). Ia tewas tertimpa reruntuhan GOR KONI Manado di Sario. Korban telah dievakuasi petugas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irhan Halid saat ditemui awak media di kawasan KONI Sulut, pada Kamis pagi menyebut gempa membuat warga ketakutan dan nekat melompat dari lantai 2 gedung.
"Ada satu warga atas nama Riny Parlan, pemilik Studio Pelangi. Dia melompat dari lantai dua gedung itu, saat gempa mengguncang Kota Manado," bebernya.
Sejumlah video memperlihatkan kepanikan luar biasa warga saat gempa. Ada yang berlari menjauh dari laut yang airnya tiba-tiba turun. Warga lain di sejumlah titik juga berhamburan keluar dari bangunan dan berkumpul di jalanan.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Lokasi gempa berada di 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.