
UPdates—Sebuah video mobil listrik China yang dibagikan pebisnis dan eksekutif teknologi sukses asal Turki, Tansu Yegen viral di media sosial.
You may also like :
Tianti, Wisata ‘Tangga Langit’ Ekstrem Di China
Influencer teknologi yang aktif membagikan wawasan tentang AI, transformasi digital, dan tren bisnis di media sosial itu mengumpulkan klip mobil listrik dari merek seperti NIO, XPeng, Zeekr, dan AITO yang menggunakan sistem bantuan pengemudi canggih untuk parkir dan pemanggilan jarak jauh.
You might be interested :
Karyawan Perusahaan di China tak Boleh Jomlo, Dipecat jika tak Nikah September
Dalam serangkaian video yang diunggah Tansu Yegen pada Senin, 19 Januari 2026 waktu Turki tertulis kalimat “China hidup di tahun 2080”. Video itu memperlihatkan bagaimana gilanya kemajuan teknologi mobil listrik China.
Orang-orang di dalam video terlihat berada di area parkir. Mereka memerintahkan mobilnya untuk membuka pintu, keluar dari tempat parkirnya, meneriakinya untuk datang kepadanya, dan melakukan apa saja.
“Wow! Sementara itu di Tiongkok...:” tulis Tansu Yegen dalam unggahan di akun X-nya, @TansuYegen, sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 20 Januari 2026.
Kalimat singkat itu menggambarkan kekagumannya pada kemajuan teknologi China dan unggahannya langsung banjir komentar.
“Sementara kita dirampok untuk mendanai kerajaan militer senilai triliunan dolar,” komentar Direktur Eksekutif Ron Paul Institute for Peace and Prosperity, Daniel McAdams di akun X-nya, @DanielLMcAdams.
“Yo Elon! Kenapa kamu tidak membicarakan ini?” kata Seniman, Kurator, Aktivis Multidisiplin, dan Pendiri Museum of Freedom, Federico Galavis menyentil Elon Musk.
Akun X @DRiidduu menyebut kemajuan teknologi China sudah sangat luar biasa. “Tiongkok lebih maju dari 99% negara di dunia,” pujinya.
“China hidup di masa depan. Jika Anda tidak percaya, pergilah ke sana dan lihat sendiri,” balas akun bernama @NIOSwitzerland.
Yang lain menyebut teknologi China sangat maju karena mereka “mencurinya” dari setiap perusahaan asing yang berbisnis di negaranya.
“Orang Amerika yang malang masih berpikir mereka nomor 1,” kata pengguna X dengan akun bernama @bahramfm.
Sementara beberapa akun lain menyampaikan ketidakpercayaannya, menyinggung soal AI, dan menganggap itu hanya upaya pembentukan opini soal kemajuan yang sudah diraih China. Mereka menyebut banyak video-video yang tak masuk akal yang bertebaran di media sosial.
Pada tahun 2025, China menjual lebih dari 16,5 juta kendaraan energi baru, meraih 50,8% dari penjualan mobil untuk pertama kalinya, dipimpin oleh BYD dengan pangsa 27,2%.
Meskipun reaksi menunjukkan kekaguman pada teknologi yang dinormalisasi, para ahli mencatat bahwa sistem Level 2 ini masih memerlukan pengawasan pengemudi di tengah peningkatan keselamatan yang sedang berlangsung.