Ekspresi ketakutan guru menyeberangi sungai (Foto: X/tangkapan Layar)

“Gimana Kalau Putus ya Allah”, Aceh Berjuang Bangkit, Guru Bertaruh Nyawa Nyebrang Sungai ke Sekolah

7 January 2026
Font +
Font -

UPdates—Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Aceh kembali berlangsung di tengah pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor.

You may also like : img 20251228 wa0027PMI Siapkan Puluhan Alat Berat dan Puluhan Ribu Pacul, Sekop hingga Gerobak Dorong untuk Aceh, Sumbar dan Sumut

Meski fasilitas belum sepenuhnya pulih, aktivitas pendidikan kembali dimulai demi memastikan anak-anak tidak kehilangan hak belajarnya. Bahkan, meski mereka dan guru-gurunya harus bertaruh nyawa.

Sebuah video viral di media sosial menyoroti perjuangan menantang bahaya guru di Aceh Tengah yang harus menempuh perjalanan ekstrem untuk menuju sekolah.

Video yang diunggah oleh Rahmi Sasmita Sari, guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 44 Takengon, memperlihatkan ia dan guru lain menyeberang sungai Ketol yang berair deras dengan menaiki kotak besi yang ditarik di atas tali sling.

Menyeberang sungai dengan cara seperti itu hanya satu dari dua pilihan mereka. Alternatif lainnya adalah menyeberang dengan meniti tali sling yang dibentangkan di atas sungai.

Para guru memilih kotak besi itu karena menganggap penyeberangan itu jauh lebih aman dan cepat untuk sampai sekolah. Meski sebenarnya risiko ketika terjatuh jauh lebih tinggi mengingat kotak besi itu meluncur di atas ketinggian.

Reaksi ketakutan pun tidak bisa disembunyikan para guru itu. "Ini kalau putus gimana ya Allah?" ujar salah satu guru saat kotak besi yang membawa mereka ke seberang sungai sudah bergerak.

Di seberang sungai, warga bersama anggota TNI sudah menunggu untuk membantu mereka. “Selamat kayaknya, alhamdulillah ya Allah,” ujar guru itu.

Perjuangan para guru untuk melihat Aceh kembali bangkit setelah bencana maha-dahsyat meluluhlantakkan Bumi Serambi Mekkah mendapat pujian publik meski mereka pun ikut merasakan kengerian yang harus dilalui.

“Saat guru-guru perempuan berusaha melawan rasa takut demi tetap bisa mengajar. Mereka melintasi sungai lewat tali sling di Aceh Tengah, dengan bunyi arus sungai yang deras di bawah mereka,” tulis Zulfikar Akbar yang turut membagikan video para guru itu di akun X-nya, @zoelfick sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Rabu, 7 Januari 2026.

Sebelumnya, pada Senin, 5 Januari 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti memimpin upacara hari pertama sekolah di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Sungai Liput, Aceh Tamiang.

Sekolah ini merupakan salah satu yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025, dengan ketinggian air hingga tujuh meter.

“Prinsipnya, anak-anak harus tetap belajar. Tidak harus selalu di sekolah asal, bisa di sekolah lain, di tenda, maupun di ruang kelas darurat,” kata Abdul Mu’ti seperti dilansir dari Waspada Aceh.

Ia menegaskan, pembukaan kembali sekolah pascabencana juga menjadi bagian penting dari pemulihan psikososial bagi siswa.

Di hari pertama, sekolah belum sepenuhnya diisi kegiatan belajar mengajar. Sejumlah siswa masih harus bergotong royong membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah bersama para guru.

Tak semua siswa mengenakan seragam. Itu karena sebagian pakaian sekolah mereka terendam lumpur saat banjir melanda.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >