Dedi Mulyadi bersama adik Aman Yani yang memperlihatkan foto kakaknya (Foto: Tangkapan Layar/Instagram Dedi Mulyadi)

Hadiah Rp750 Juta, Gubernur Jabar Bikin Sayembara Cari Pria yang Hilang Sejak 2016 dan Dituduh Otaki Pembunuhan 1 Keluarga di 2025

22 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapapun yang menemukan Aman Yani, seorang pria yang hilang sejak 2016 dan dituduh sebagai otak pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
  • Aman Yani dituduh terlibat dalam pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Indramayu pada Agustus 2025, namun kemudian salah satu terdakwa, Priyo Bagus Setiawan, mengaku bahwa nama Aman Yani adalah fiktif dan dibuat untuk mengaburkan fakta pembunuhan.
  • Keluarga Aman Yani meragukan kesaksian tersebut karena Aman Yani sudah tidak diketahui keberadaannya sejak Maret 2016, dan mereka telah mencari keberadaannya tanpa hasil.
  • Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp750 juta bagi Aman Yani jika ia pulang ke Indramayu dan menemui keluarganya, serta mengganti uang dana pensiun yang telah diambil oleh pihak lain.
  • Pihak keluarga Aman Yani juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan sejak Aman Yani menghilang, termasuk diminta memalsukan surat kuasa untuk mencairkan dana pensiun.
  • Dedi Mulyadi berharap sayembara ini dapat membantu menemukan Aman Yani, baik hidup atau sudah meninggal, dan menyelesaikan kasus pembunuhan keluarga di Indramayu.
  • Kasus pembunuhan keluarga di Indramayu masih dalam proses persidangan, dengan dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, sedang menjalani persidangan.
atau

UPdates—Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapapun yang menemukan seorang pria bernama Aman Yani yang hilang sejak 2016, namun kini dituduh jadi otak pembunuhan satu keluarga di Indramayu.

Melalui akun instagramnya, Dedi Mulyadi mengunggah video saat ia bertemu dengan adik perempuan Aman Yani.

"Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," kata Dedi sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dari Instagram pribadinya, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam video itu, adik Aman Yani menunjukkan foto kakaknya dalam setelan kantoran. Menurut Dedi, Aman Yani sosok misterius karena dituding merupakan otak pelaku pembunuhan Haji Sahroni dan empat anggota keluarganya yang lain.

Jika masih hidup, ia meminta Aman Yani untuk pulang. Sebab dana pensiunan Aman Yani saat bekerja sudah dicairkan pihak lain.

Dedi mengatakan ada tanda tangan Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun meski pihak yang mencairkan tidak pernah bertemu Aman Yani.

"Yang pertama apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, Bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari Bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu ini peristiwa paling aneh," ujar Dedi.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan jika Aman Yani masih hidup dan pulang ke Indramayu bertemu keluarga, ia akan mengganti uang dana pensiun itu dan bahkan menambah jumlahnya.

"Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta saya tambahin jadi Rp750 juta deh saya kasih buat Bapak tapi Bapak balik. Balik ke Indramayu temui istri, temui anak-anak dan keluarga walaupun istrinya sudah jadi mantan," katanya.

Dedi lantas menyampaikan sayembara bagi pihak-pihak yang bisa menemukan Aman Yani.

"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani saya kasih juga Rp750 juta. Silakan kembali bawa Pak Aman Yani ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua nanti mudah-mudahan masalah ini harus cepat selesai dan Pak Aman Yani harus ditemukan, hidup ataupun sudah meninggal," tegasnya.

Nama Aman Yani menjadi pembicaraan publik setelah dituding oleh salah satu terdakwa sebagai otak di balik pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, Jawa Barat pada Agustus 2025.

Pembunuhan itu menyebabkan lima orang dalam satu keluarga tewas. Mereka adalah Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (40/anak), Euis Juwita Sari (37/menantu), Ratu Khairunnisa (7/cucu), dan Bela (10 bulan/cucu).

Kelimanya ditemukan terkubur dalam satu lubang di dalam rumah mereka pada 1 September 2025 dan Polisi kemudian menangkap dua orang, yakni Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).

Kedua terdakwa saat ini sedang menjalani persidangan. Ririn yang sempat mengaku disiksa dan dipaksa mengaku sebagai pembunuh menyebut pelakunya lima orang.

Dalam sidang lainnya, Priyo menyebut nama-nama orang lain yang disebutnya pelaku utama pembunuhan, yakni Aman Yani, Joko, Yoga, dan Hardi.

Di hadapan majelis hakim, Priyo mengatakan Aman Yani terlibat cekcok dengan Budi. Dia menyebut cekcok itu terkait utang Rp120 juta yang belum dibayarkan sejak tahun sebelumnya.

Priyo mengklaim diminta membantu menguburkan mayat dalam satu liang dan membersihkan bercak darah. Priyo juga mengaku Aman Yani memberi uang Rp8 juta, perhiasan, serta menawarkan uang Rp100 juta asal tutup mulut.

Belakangan, Priyo Bagus Setiawan blak-blakan mengakui bahwa empat nama yang sebelumnya ia sebut sebagai pelaku pembunuhan adalah fiktif alias karangan belaka.

Ia menyampaikan pengakuan mengejutkan ini saat menjadi saksi untuk Ririn Rifanto, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Priyo, nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko hanyalah akal-akalan dari Ririn untuk mengaburkan fakta pembunuhan.

Begitu pula dengan kronologi kejadian yang sempat ia beberkan sebelumnya, semuanya kata dia murni hasil imajinasi Ririn yang dibuat di dalam sel beberapa hari sebelum sidang pertama.

Pihak keluarga Aman Yani sendiri meragukan kesaksian itu sejak awal. Itu karena Aman Yani sudah tidak diketahui keberadaannya 10 tahun belakangan. Keluarga menyebut Aman Yani hilang tanpa kabar sejak Maret 2016.

Saat itu, Aman Yani yang telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di salah satu bank plat merah  berpamitan kepada ibunya untuk merantau ke Bandung.

Pihak keluarga berusaha mencari keberadaan Aman Yani dan sempat menyebarkan informasi soal orang hilang pada 2020. Akan tetapi, pencarian mereka tidak membuahkan hasil dan keberadaan Aman Yani sampai saat ini masih misterius.

Keluarga juga mengungkap sejumlah kejanggalan sejak Aman Yani menghilang. Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengaku pernah diminta seseorang untuk berpura-pura menjadi Aman Yani demi mencairkan dana pensiun, termasuk diminta memalsukan surat kuasa.

Tak hanya itu, pada 2018, keluarga sempat menerima pesan dari orang yang mengaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >