Bendera bulan bintang dikibarkan oleh massa di atas gapura yang ada di tengah halaman Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: AJNN/Saifullah).

Hari Damai Aceh Ricuh, Warga Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Wakapolda Dilempari

15 August 2026
Font +
Font -

UPdates—Peringatan Hari Damai Aceh tahun 2026 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, setelah doa tolak bala dan orasi akhirnya berujung ricuh, Sabtu 15 Agustus 2026.

You may also like : prabowo aceh1218 Orang Masih Hilang, Prabowo dari Rusia Langsung ke Sumatera

Massa terlibat bentrokan dengan aparat setelah terjadi larangan pengibaran bendera bulan bintang di kawasan masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Kericuhan bermula saat sejumlah massa hendak memasang bendera bulan bintang di salah satu tiang yang berada di kompleks Masjid Raya Baiturrahman dan dilarang oleh aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid.

Tak lama kemudian, terdengar beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara yang membuat massa yang berada di halaman masjid langsung tiarap.

Suasana berubah tegang saat massa mengejar personel TNI yang berada di sekitar masjid. Massa bergerak hingga ke depan Gedung DPRK Banda Aceh. Sebagian lainnya bergerak ke arah lampu merah Simpang Kodim. Saat pengejaran berlangsung, massa melempari aparat dengan batu dan benda lainnya.

Aparat merespons dengan menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara.

Kericuhan yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak dan dibakar tersebut baru mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa.

Dalam insiden itu, seorang peserta aksi harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala. Beberapa orang juga ditangkap aparat keamanan.

Selain bendera Bulan Bintang, massa dalam aksinya juga mengibarkan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bendera putih.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AJNN, bendera bulan bintang dikibarkan warga sambil berjalan-jalan di halaman masjid raya yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Rencong tersebut.

Selain itu, bendera itu juga dikibarkan oleh massa di atas gapura yang ada di tengah halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Tidak hanya membentangkan bendera, teriakan merdeka juga mewarna kegiatan doa bersama dan zikir dalam memperingati 21 tahun perdamaian antara Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Massa juga turut membawa spanduk berisi pesan-pesan. Di antaranya, "Homeland or Death", "Aceh Call For The World", "Acheh Has Every Right To Be", "Self Determination We Want to Stand Alone as s Sove Pelan Nation".

Video yang diunggah AJNN juga memperlihatkan bendera Merah Putih dan Lambang Garuda dicopot di Pendopo Gubernur.

Pada kejadian hari ini, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ari Wahyu Widodo, nyaris diamuk massa dan diusir dari Kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Peristiwa itu terjadi saat Ari diduga coba membaur ke dalam kerumunan warga di halaman masjid.

Awalnya warga yang sudah tersulut emosi karena diduga ada provokasi dari oknum, mencoba kembali fokus mendengarkan ceramah dari para ulama di atas panggung.

Namun tiba-tiba, massa dari arah sisi utara halaman masjid bersorak dan meminta aparat keamanan untuk keluar dari kerumunan warga serta meninggalkan lokasi. Suasana kian memanas dan aksi pelemparan menggunakan botol serta gelas plastik air mineral terjadi.

Belakangan diketahui bahwa orang yang diusir massa aksi ternyata adalah Wakapolda Aceh. Perwira tinggi berbintang satu itu tampak mengenakan peci hitam dan dikawal sejumlah orang diduga anggota kepolisian berpakaian dinas maupun biasa.

Lemparan terus terjadi dan bahkan Wakapolda Aceh beserta beberapa petugas kepolisian sempat lari sebelum akhirnya keluar dari Kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Setelah kericuhan, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan turun langsung menemui massa di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Ruddi menerobos barisan pasukan dan berjalan mendekati kerumunan massa yang masih dalam situasi tegang. Ia berdialog langsung dengan warga dan mengajak seluruh pihak menjaga keamanan serta perdamaian Aceh.

"Kita sama-sama saling menjaga supaya kita ini damai, tenteram, dan juga Aceh maju," kata Ruddi di hadapan massa.

Saat dialog dengan Kapolda, massa menyampaikan permintaan agar warga yang sebelumnya diamankan aparat segera dibebaskan.

Kapolda kemudian memenuhi permintaan tersebut. Sekitar pukul 14.18 WIB, dua warga yang sebelumnya diamankan dibebaskan dan dihadirkan di hadapan massa dengan didampingi langsung oleh Kapolda Aceh.

Setelah dua warga tersebut dilepaskan, beberapa warga lainnya yang sebelumnya diamankan aparat turut dibebaskan secara bertahap.

Dua dari warga yang dibebaskan terlihat mengalami luka dan kepalanya dalam kondisi diperban.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >