Lalu Syafii (Foto: Pemprov SUlsel)

Hari Ini Dilantik Jadi PPPK Sulsel, Oktober Sudah Pensiun, Lalu Syafii Dapat Hadiah dari Gubernur

31 July 2025
Font +
Font -

UPdates—Ribuan pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tahun 2024 di pelataran Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 31 Juli 2025 hari ini. Sosok Lalu Syafii menjadi pusat perhatian karena Oktober nanti ia sudah pensiun.

You may also like : whatsapp image 2025 08 27 at 11.59.09Pemprov Sulsel Usul PPPK Paruh Waktu 1.578 Orang, Terbanyak Guru dan Tenaga Teknis

Pria kelahiran Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, itu menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN PPPK hanya tiga bulan sebelum memasuki masa pensiun di usia purna tugas 58 tahun.

You might be interested : whatsapp image 2025 08 27 at 11.59.09Pemprov Sulsel Usul PPPK Paruh Waktu 1.578 Orang, Terbanyak Guru dan Tenaga Teknis

Lalu Syafii salah satu ASN tertua yang menerima SK. Namun, semangat pengabdiannya tetap menyala.

"Saya merasa bangga, pemerintah masih memperhatikan kami ini. Saya bersyukur sekali, jelang pensiun dilantik sebagai PPPK," ucapnya penuh semangat sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari situs resmi Pemprov Sulsel, Kamis, 31 Juli 2025.

Sejak 2015, Lalu Syafii mengabdi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel sebagai tenaga honorer. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, tangguh, dan selalu siap terjun dalam situasi darurat.

Momen pelantikan itu menjadi semakin berkesan baginya saat Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memanggilnya secara khusus ke depan barisan untuk menerima hadiah dan berfoto bersama empat ASN PPPK Lainnya.

“Saya kaget sekaligus bangga. Terharu juga. Pak Gubernur masih melihat kami yang di bawah. Doakan beliau selalu sehat dan bisa terus membawa Sulsel lebih maju,” ujarnya haru.

Meskipun waktu pengabdiannya secara administratif akan segera berakhir, Syafii menyatakan tetap siap bekerja kapan pun dibutuhkan. Saat pensiun nanti, ia menegaskan akan tetap terlibat dalam potensi SAR.

“Di Sulsel ini masih banyak potensi SAR. Selama saya mampu, saya akan terus mengabdi,” tegasnya.

Selama pengabdiannya, pengalaman paling membekas bagi Syafii adalah saat ditugaskan ke Palu pada 2018 usai gempa dan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah.

“Selama dua minggu, saya dan tim mengevakuasi ratusan jenazah. Berat, tapi saya merasa bangga bisa membantu sesama,” kenangnya.

Panggilan hati untuk dunia kemanusiaan telah tumbuh sejak kecil pada diri Lalu Syafii. Saat konflik Timor-Timor pecah pada tahun 1975, Syafii yang kala itu duduk di bangku kelas 4 SD sudah terbiasa melihat lingkungan asramanya membantu para korban luka dan pengungsi.

“Itu menumbuhkan jiwa kemanusiaan saya sejak dini,” ujarnya.

Menamatkan sekolah menengahnya di SMA Cokroaminoto Palopo, ia aktif di kegiatan remaja pecinta lingkungan. Sebelum di BPBD Sulsel, ia juga sempat terlibat selama 10 tahun dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM).

"Kemanusiaan itu bukan sekadar pekerjaan, tapi memang sudah hobi dan jalan hidup saya," ucapnya.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, memberikan penilaian khusus terhadap Syafii.

“Beliau adalah salah satu petugas TRC (Tim Reaksi Cepat) yang handal. Kinerjanya bagus, rajin, dan sangat bisa diandalkan di lapangan,” ungkap Amson.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

20110413t0900 pope john paul ii life 1185595

Pope John Paul II

"Perang adalah kekalahan bagi kemanusiaan."
Load More >