
UPdates—Di tengah penantian sidang isbat petang ini untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriyah, ribuan pengikut tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh dan warga Negeri Hila Maluku sudah merayakan Idulfitri, Kamis, 19 Maret 2026 hari ini.
You may also like :
Update Korban Banjir Sumatera: 836 Meninggal, 509 Hilang
Di Nagan Raya, mereka melakukan Salat Id di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur setelah jamaah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan 30 hari.
You might be interested :
6 Tips Mencegah Naiknya Kolesterol Setelah Lebaran
Bupati Nagan Raya, Aceh Teuku Raja Keumangan yang juga cucu kandung dari ulama besar kharismatik Aceh, Habib Muda Seunagan kepada wartawan mengatakan penetapan 1 Syawal bagi pengikut Tarekat Syathariyah didasarkan pada metode Hisab Bilangan Lima.
”Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun di Nagan Raya selama lebih dari 200 tahun," ujar Bupati dalam keterangan yang dilansir Keidenesia.tv dari Republika.
Terkait perbedaan waktu hari raya dengan pemerintah atau kelompok masyarakat lain, Bupati Teuku Raja Keumangan menyatakan hal tersebut bukanlah persoalan baru.
Makanya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghargai.
"Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi," ujarnya.
Teuku Raja Keumangan mengatakan penetapan hari raya yang lebih awal ini merupakan bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang terus dilestarikan oleh para pengikut ulama-ulama terdahulu hingga saat ini.
Sementara itu, umat Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis ini dengan melaksanakan Salat Id di Masjid Hasan Soleman.
"Untuk penetapan 1 Ramadan, kita mulai menghitung dari 1 Muharram 1447 Hijriah. Dan semua itu seirama sampai dengan 1 Syawal hari ini," kata Imam Masjid Hila Abdul Kadir Ollong, di Ambon, Kamis, 19 Maret 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Mozaik Inilah.
Salat Idulfitri yang dipusatkan di masjid tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ribuan jamaah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Khutbah Id disampaikan Yusuf Lating.
Warga setempat diketahui menjalankan puasa Ramadan dua hari lebih dulu dari versi Pemerintah karena menggunakan perhitungan penanggalan sendiri yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain Negeri Hila, ada beberapa negeri di Leihitu, Maluku Tengah yang sudah melaksanakan Lebaran Idulfitri hari ini, di antaranya, Negeri Wakal, Negeri Lima dan Seith.