
UPdates - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali jadi pembicaraan publik. Kali ini setelah rekaman video saat ia mengacungkan jari tengah dan tampak melontarkan kata-kata kasar kepada seorang pekerja di pabrik Ford di Michigan beredar di media sosial.
You may also like :
Jelang Pilpres, Trump Gugat CBS News Rp157 Triliun karena Wawancara Kamala Harris di 60 Minutes
Disadur Keidenesia.TV dari Reuters, Rabu, 14 Januari 2026, situs hiburan TMZ pertama kali menerbitkan video tersebut, dan Gedung Putih tidak membantah keasliannya.
You might be interested :
Korea Utara: Senjata Nuklir Kami untuk Perang, bukan Alat Tawar-menawar
Kemarahan Trump kepada sang pekerja diduga karena dirinya dikritik terkait penanganannya terhadap kontroversi Jeffrey Epstein.
“Seorang yang gila berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata kasar dalam keadaan mengamuk, dan Presiden memberikan tanggapan yang tepat dan tegas,” kata juru bicara Gedung Putih Steven Cheung kepada Reuters dalam sebuah email.
Pada hari Selasa, 13 Januari 2026, Trump sedang mengunjungi fasilitas perakitan Ford F-150 ketika seorang pekerja di lantai pabrik meneriakkan sesuatu yang terdengar seperti "pelindung pedofil" saat presiden berdiri di jalan setapak yang ditinggikan, seperti yang terlihat dalam video.
Trump menoleh ke arah sang pekerja tersebut dan tampak membalas dengan kata-kata kasar sebelum membuat gerakan tangan dengan jari tengahnya sambil berjalan pergi.
Para karyawan Ford lainnya bersorak dan menyambut presiden saat ia berkeliling jalur perakitan, berfoto dengan para pekerja, dan berjabat tangan.
Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, berbicara kepada media dalam sebuah acara kemudian, menyebut insiden itu sebagai hal yang disayangkan dan mengatakan bahwa ia merasa malu karenanya.
"Itu hanya enam detik dari tur selama satu jam. Dan tur berjalan dengan sangat baik," katanya. "Saya rasa dia sangat menikmatinya dan kami juga."
Trump terkadang menggunakan kata-kata kasar di depan umum, seringkali sebagai respons terhadap kritik, konfrontasi, atau untuk menekankan maksudnya.
Trump telah menghadapi pengawasan terus-menerus atas penanganannya terhadap catatan federal sensitif yang terkait dengan Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang dihukum dan meninggal karena bunuh diri di penjara pada tahun 2019.
Banyak pendukung setia Trump percaya bahwa pemerintah menahan dokumen yang akan mengungkap hubungan mendiang pengusaha tersebut dengan tokoh-tokoh publik yang berpengaruh.
Trump telah berulang kali membantah mengetahui dugaan pelecehan dan perdagangan seks anak perempuan yang dilakukan Epstein dan belum pernah dituduh melakukan kesalahan.
Kunjungan Trump ke fasilitas di Michigan merupakan bagian dari upaya untuk menyoroti dukungan pemerintahannya terhadap manufaktur AS, tema kunci menjelang tahun pemilihan 2026.
Michigan dipandang sebagai negara bagian yang penting secara politik, dan lapangan kerja serta industri dalam negeri telah menjadi inti dari pesan ekonomi Trump.