
UPdates—Kelompok Houthi Yaman akhirnya terlibat dalam perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
You may also like :
Netanyahu Frustrasi Janji Mossad soal Pemberontakan Rakyat Iran tak Terwujud
Mereka sudah meluncurkan serangan rudal ke Israel untuk pertama kalinya sejak perang Iran dimulai.
You might be interested :
Israel Serang Hotel Dekat Istana Presiden Lebanon, 11 Orang Tewas
Houthi Yaman mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka melakukan serangan pertama yang menargetkan situs militer sensitif di Israel selatan.
Juru bicara Kelompok Houthi Yaman, Yahya Saree membagikan pernyataan video di X terkait serangan mereka.
“Angkatan Bersenjata Yaman (pasukan Houthi) melakukan operasi militer pertama mereka menggunakan rentetan rudal balistik terhadap sasaran militer sensitif musuh Israel di Palestina selatan yang diduduki,” demikian pernyataan Yahya Saree sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap eskalasi militer yang sedang berlangsung.
“Penargetan infrastruktur, dan kejahatan serta pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina,” tegasnya.
Yahya Saree memperingatkan bahwa operasi kelompok tersebut akan berlanjut hingga tujuan tercapai.
Sebelumnya pada hari Sabtu, penyiar publik Israel KAN melaporkan bahwa militer mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman ke arah Israel selatan untuk pertama kalinya sejak awal perang ini.
Eskalasi tersebut terjadi setelah peringatan dari Houthi pada Jumat malam tentang kemungkinan intervensi militer langsung jika aliansi baru bergabung dengan AS dan Israel melawan Iran, atau jika Laut Merah digunakan untuk operasi yang menargetkan Teheran.
“Kami menegaskan bahwa jari-jari kami siap untuk intervensi militer langsung,” katanya.
Intervensi Houthi sekarang meningkatkan prospek perluasan perang, dengan front baru di Semenanjung Arab.
Yang paling mengkhawatirkan adalah ancaman untuk menyerang kapal di Laut Merah.
Sebelumnya, kelompok Yaman tersebut melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan jalur pelayaran Laut Merah sebagai tanggapan terhadap serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza, di mana lebih dari 72.000 orang telah tewas sejak Oktober 2023.
Sebelum Houthi, Hizbullah di Lebanon dan kelompok pendukung Iran di Irak juga sudah terlibat dalam perang besar ini.